Cameron: sepak bola seharusnya menghancurkan rasisme
Kamis, 23 Februari 2012 01:20 WIB | 1624 Views
PM Inggris David Cameron (FOTO ANTARA/REUTERS/Jeff Overs/Handout)
Berita Terkait
London (ANTARA News) - Perdana Menteri Inggris, David Cameron, meminta sepak bola untuk menghancurkan `rasisme` dalam permainan, sebelum dampak dari insiden-insiden terakhir memberi dampak negatif pada masyarakat luas.
Namun Cameron, yang berbicara di pertemuan anti diskriminasi Downing Street dengan mantan pemain berkulit hitam serta pemain yang masih aktif, mengatakan bahwa ia yakin perjuangan untuk melawan rasisme di olahraga tidak akan dilemahkan oleh beberapa kontroversi tingkat tinggi, lapor AFP.
"Jika setiap orang memainkan perannya, kemudian mereka dapat dengan mudah mengatasi dan menghancurkan masalah ini," kata Cameron.
Cameron, yang sering membawa putranya untuk menyaksikan pertandingan-pertandingan sepak bola, menambahkan, "Apa yang terjadi di lapangan berdampak pada apa yang terjadi di luar lapangan. Anda melihat anak-anak berusia enam (tahun) meniru perilaku yang mereka lihat di lapangan."
"Maka hal ini bukan hanya penting untuk sepak bola, ini juga penting bagi seluruh negeri. Kami ingin memastikan bahwa sepakbola memiliki kekuatan untuk melakukan hal baik, lebih daripada yang lain."
Intervensi Cameron terjadi setelah munculnya dua kasus besar pada sepak bola Inggris.
Kontroversi kembali muncul ke permukaan ketika penyerang Liverpool, Luis Suarez, menolak berjabat tangan dengan pemain Manchester United, Patrice Evra, sebelum pertandingan antara kedua klub di Old Trafford pada awal bulan ini.
Suarez baru saja kembali bermain untuk Liverpool setelah mendapat hukuman larangan bermain selama delapan pertandingan, karena melakukan pelecehan rasial kepada Evra, pada Oktober.
Sementara itu, bek Chelsea, John Terry, kehilangan jabatan kaptennya di Timnas Inggris, ketika ia sedang menanti pengadilan kriminal dengan dakwaan melakukan pelecehan rasial terhadap pemain Queens Park Rangers, Anton Ferdinand. Terry selalu membantah tudingan tersebut.
Cameron menambahkan bahwa sepak bola Inggris seharusnya bangga terhadap `pencapaian fantastis` pada aksi anti rasisme sepanjang 20 tahun terakhir, di mana negara-negara lain gagal melakukan tindakan serupa.
"Namun kami masih memiliki beberapa masalah pada hari ini," ucapnya.
"Kami perlu bertindak cepat untuk memastikan masalah-masalah ini tidak menjalar lagi."
Cameron bergurau dengan mengatakan bahwa dirinya merasa malu datang ke pertemuan untuk menjawab pertanyaan dari anggota dewan mengenai ` apakah olahraga kontak (fisik) memberikan contoh mengerikan kepada masyarakat?`
Ketua FA, David Bernstein, yang menghadiri pertemuan tersebut mengatakan FA akan melaporkan kembali pada Downing Street mengenai isu rasisme pada sepak bola Inggris. (RF/I015) Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com