Seoul (ANTARA News) - Korea Utara pada Rabu mengecam keputusan Korea Selatan untuk menjadi tuan rumah KTT keamanan nuklir bulan depan, dengan menyebut pertemuan itu satu "lelucon ke kanak-kanakan" dan provokasi gawat.

Satu pernyataan di kantor berita resmi negara itu KCNA menyebutkan pertemuan itu merupakan "satu lelucon ke kanak-kanakan" di mana Amerika Serikat dan kelompok boneka itu (pemerintah konservatif Korsel) berusaha meningkatkan konflik nuklir anti-DPRK (Korut).

Pernyataan itu mengatakan tujuan KTT 26-27 Maret itu adalah untuk "membenarkan tindakan-tindakan perang nuklir terhadap DPRK dan mengalihkan perhatian publik, untuk mencapai kemenangan dalam pemilu mendatang".

Partai konservatif yang memerintah Korsel menghadapi pemilihan parlemen April dan pemilihan presiden Desember.

Korsel mengatakan KTT itu akan dihadiri Presiden AS Barack Obama dan sekitar 40 pemimpin dunia lainnya, tidak mungkin secara resmi membicarakan program nuklir Korut.

Agendanya akan dipusatkan tentang cara=cara untuk mengamankan bahan-bahan untuk bom atom di seluruh dunia dan mencegah tindakan-tindakan terorisme nuklir.

Korut mengeluarkan kecaman itu atas nama Komite Perdamaian Asia-Pasifik, Komite Perdamaian Anti-Nuklir Korea dan Komite Perdamaian Nasional Korea.

Pernyataan itu mengatakan Korsel tidak pantas meenyelenggarakan pertemuan seperti itu karena negara itu adalah "satu pangkalan nuklir bagi AS dan dan gudang peluru nuklir terbesar dunia".

AS menggelar 28.500 tentara di Korsel tetapi menarik senjata-senjata nuklir dari negara itu pada awal tahun 1990-an.

Korut juga menyatakan bahwa dua sekutu itu akan melancarkan latihan militer gabungan tahunan dari akhir Februari sampai April dengan apa yang disebutnya melibatkan peralatan perang muklir yang canggih dalam jumlah besar".

Pyongyang menyebut KTT itu satu "provokasi gawat yang tidak dapat ditoleransi".

Para pejabat AS dan Korsel pada Kamis akan melakukan perundingan di Beijing yang bertujuan menghidupkan kembali perundingan enam negara mengenai penghentian program senjata nuklir Korut.

Korut sering mengatakan memerlukan senjata nuklir untuk mengimbangi ancaman nuklir dari Amerika Serikat, demikian AFP.

(Uu.H-RN/M016)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar