Lahat, Sumsel (ANTARA News) - PT Kereta Api Indonesia melakukan penyelidikan internal terkait kecelakaan kereta api batu bara rangkaian panjang (Babaranjang) di Kilometer 336.90 dari Stasiun Niru Penimbur, Desa Trans Air Limau, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan.

Kepala Operasional PT KAI Bambang Irawan mengunjungi rumah korban yang juga masinis bernama Sunaidi di Jalan Anggrek 4 Nomor 14 RT 16 RW 6, Kelurahan Bandar Jaya, Kota Lahat, dan almarhum Sajidin di RT 3 Kelurahan RD PJKA, Kecamatan Kota Lahat, Rabu.

"Hingga kini kami masih menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengenai penyebab kecelakaan KA Babaranjang di Kilometer 336.90 beberapa hari lalu," kata dia.

Ia menyatakan, penyelidikan internal itu sebagai bahan evaluasi untuk pembenahan guna menekan angka kecelakaan kereta api.

"Kami saat ini belum bisa memberikan kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan KA Babaranjang yang terjadi beberapa waktu lalu," ujar dia.

Pihaknya juga masih menunggu hasil penyelidikan KNKT yang masih berlangsung hingga saat ini.

"Kami datang ke Lahat bersama Direktur Teknik Sajudin dan jajaran pimpinan PT KAI Divre II Sumsel, untuk bersilaturahim dengan keluarga korban, termasuk memberikan uang santunan dari PT KAI sebesar Rp67,5 juta untuk ahli waris almarhum Sajidin serta Rp69,5 juta untuk ahli waris almarhum Sunaidi," kata Bambang.

Dia berharap, keluarga korban meninggal akibat kecelakaan KA Babaranjang itu dapat menggunakan uang tersebut sebaik mungkin untuk berbagai kebutuhan mereka.

Ia menjelaskan, uang tersebut belum termasuk santunan dari asuransi dan Jamsostek yang akan diberikan pada tahap berikutnya.

Namun demikian, katanya, untuk mengetahui secara jelas penyebab kecelakaan juga perlu pemeriksaan terhadap beberapa karyawan PT KAI oleh KNKT dan kepolisian.

"Petugas yang diperiksa juga harus memberikan keterangan sebenar-benarnya, agar penyelidikan yang dilakukan bisa berjalan baik," kata dia.

Manajemen PT KAI pun, katanya, tidak mempermasalahkan dan siap menjalankan keputusan hukum yang akan ditetapkan setelah pemeriksaan.

Hingga saat ini, katanya, PT KAI terus melakukan pembenahan terhadap semua sektor dalam manajemen perusahaan seperti bidang peralatan, perlengkapan, sistem yang digunakan, dan sumber daya manusia (SDM).

Sajudin mengatakan, upaya pembenahan untuk meminimalisasi insiden terutama kecelakaan parah seperti yang terjadi di Muaraenim itu.

"Banyak opini yang berkembang mengenai pengawasan terhadap masinis, juga harus diluruskan di kalangan masyarakat. Sebelum ditugaskan sudah ada standar ketetapan yang harus dilaluinya, seperti pemeriksaan kesehatan, kebugaran fisik, dan tekanan darah," ujar dia. ***1***
(L.KR-SUS*B014/M029)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar