Menko Perekonomian Hatta Rajasa (tengah) didampingi Menkeu Agus Martowardojo (kanan) dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana (kiri) memberikan keterangan pers seusai sidang kabinet paripurna yang membahas soal Masterplan Program Perencanaan Penanggulangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/2).(FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan jajaran menteri untuk mulai melakukan pembahasan dan penghitungan terkait rencana pemerintah untuk mengajukan APBN Perubahan yang dipercepat karena perubahan asumsi akibat gejolak ekonomi global.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dalam keterangan pers usai sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden Jakarta, Rabu sore, mengatakan, pengajuan APBN-P kepada DPR akan dilakukan sesegera mungkin mengingat kondisi perekonomian global yang berkembang cepat saat ini.

"Ratas bidang perekonomian tentang APBN-P pada intinya meminta menteri untuk melakukan `exercise` terhadap kenaikan harga BBM, kita sadar bahwa UU APBN kita tidak memungkinkan naikkan BBM, maka meminta menteri untuk melakukan exercise dan Menkeu membicarakan dengan DPR dalam konteks APBN-P," kata Hatta.

Ia menambahkan, "Presiden berikan perintah untuk `exercise`, UU tidak bisa, Menkeu siapkan APBN-P dengan satu `exercise` termasuk bila ada kenaikan BBM, jadi `exercise` terkait berapa inflasi, berapa kenaikan, dan bagaimana penanganannya. Presiden minta segera tim bekerja dengan cepat."

Terkait juga dengan kondisi ekonomi global dan juga menjaga perekonomian nasional, maka kementerian dan lembaga negara non departemen diminta untuk mengkaji belanja negara antara lain menunda atau membatalkan pembangunan gedung atau pembelian kendaraan dinas.

Pada Rabu sore Presiden melangsungkan sidang kabinet paripurna membahas masterplan program percepatan pengurangan kemiskinan Indonesia (MP3KI).

Sebelum sidang kabinet, Presiden melangsungkan rapat terbatas dengan sejumlah menteri membahas perkembangan perekonomian global terkait perekonomian nasional.
(T.P008*D013/A023)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar