Warga Sangatta derita penyakit misterius
Rabu, 22 Februari 2012 18:24 WIB | 1841 Views
Sangatta (ANTARA News) - Mega Lestari (31 tahun), warga Dusun Masabang, Desa Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, menderita penyakit yang masih misterius.
Perutnya membesar, kakinya bengkak seperti terserang penyakit kaki gajah, dan anehnya dari kakinya yang berwarna agak coklat keluar cairan melalui pori-pori, sementara kedua tangannya mengecil.
Ia mengatakan sampai sekarang jenis penyakit yang dideritanya belum diketahui, dan dokter yang pernah memeriksa juga tidak mengetahui penyakitnya, kanker bukan, tumor bukan. "Itulah saya menjadi serba pusing, sedih, dan bingung."
Ditemui di rumah sewaannya berukuran 3 meter kali 6 meter, Rabu, Mega Lestari yang akrab dipanggil Syamsiah mengatakan, penyakit itu sudah ia derita sejak satu tahun lalu.
Awalnya badan terasa berat, dan dalam hitungan minggu perutnya terus membesar hingga sekarang sudah melebihi perempuan hamil sembilan bulan.
"Anehnya dokter tidak mengetahui penyakit saya ini, padahal sudah rontgen dua kali dan periksa dua kali. Pertama di rumah sakit Samarin dan Tenggarong dan ketiga di rumah sakit umum Sangata. Jawabannya sama tidak ada penyakit, lho kok," katanya sedih.
Mega, yang sesekali mengelap air mata dan wajahnya menggunakan kain sarung yang dikenakan, mengaku heran karena dari dalam tubuhnya melalui pori-pori kedua kakinya mengeluarkan cairan mirip keringat.
"Meski perut saya terus membesar, namun tidak terasa apa-apa, tidak ada sakit, yang terasa hanya gatal-gatal. Selera makan dan minum juga normal seperti biasa, tidur juga nyenyak seperti wanita normal lainnya," katanya ditemani suaminya, Ahmat Syaukih.
Kalau tidur sampai sekarang masih duduk di kursi karena tidak bisa berbaring terganjal perut yang bengkak itu. Begitu juga kakinya yang mirip kaki gajah berat untuk digerakkan, itulah makanya saya tidur duduk selama satu tahun.
Suaminya, Ahmad Syaukih, yang berprofesi menjahit sudah menikahi Mega Lestari selama tiga tahun, namun belum dikaruniahi anak. Mereka berharap ada pihak lain dan atau pemerintah membantu untuk memberikan biaya agar penyakitnya bisa hilang.
"Saya sudah takut masuk rumah sakit karena perut saya di obok-obok terus, namun ingin mencari cara pengobatan lain yang penting bisa diketahui jenis penyakit saya dan bisa sembuh," katanya
Mega mengatakan pasrah dengan penyakit yang menyerangnya, dan menyerahkan kepada Yang Maha Kuasa. "Saya hanya berharap agar pemerintah dan orang pintar mau melihat orang kecil dan warga kesulitan seperti saya. Karena saya membutuhkan pertolongan agar kembali sembuh dan hidup normal seperti dulu lagi."
(ANTARA)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com