Jakarta (ANTARA News) - Potensi nilai ekonomi dari industri farmasetika laut yang terdapat di Indonesia diperkirakan mencapai hingga sembilan triliun dolar AS.

Sayangnya potensi yang besar itu masih terhambat sejumlah kendala sehingga industri tersebut tidak berkembang.

"Potensi industri farmasetika laut di Indonesia adalah sekitar delapan sampai sembilan triliun dolar AS," kata Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia (Dekin) Rizald M Rompas, ketika ditemui di sela-sela acara seminar "Potensi, Peluang, dan Tantangan Pengembangan Industri Farmasetika Laut di Indonesia" yang digelar di Jakarta, Rabu.

Menurut Rizald, potensi tersebut dihitung dari jumlah nilai ekonomi obat-obatan baik tradisional maupun modern dari berbagai komoditas hasil laut yang terdapat di Indonesia.

Dari jumlah yang besar tersebut, menurut dia, baru dikembangkan atau telah termanfaatkan sekitar 10 persen sehingga sebenarnya masih banyak potensi bisnis yang sebenarnya bisa dikomersialisasikan.

Rizald Rompas memaparkan, terdapat tiga kendala mengapa industri farmasetika laut tidak berkembang di dalam negeri, yaitu karena industri tersebut dinilai padat modal, belum ada komitmen penuh dari pengambil kebijakan, dan para pengusaha di Indonesia dinilai masih ingin hasil yang instan.

Rizald juga mengakui bahwa baru pada tahun 2012 ini pihak Dekin mulai mendorong pengembangan industri obat-obatan dari hasil komoditas di lautan.

Untuk itu, menurut dia, pihaknya juga akan mengirimkan laporan terkait dengan potensi nilai ekonomi yang begitu besar dari bidang industri farmasetika laut tersebut kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kami menginginkan kebijakan yang mengembangkan industri farmasi laut yang berasal dari hayati laut agar dapat segera dimanfaatkan karena hal itu juga selaras dengan tuntutan WHO," katanya.

Ia juga mengingatkan, permintaan pasar terhadap obat-obatan bagi kesehatan manusia semakin bertambah seiring dengan naiknya jumlah jenis penyakit, polusi udara, tanah dan air serta pertambahan penduduk.

Hal itu, ujar dia, merupakan tantangan tersendiri bagi dunia kefarmasian dan kedokteran untuk mencari sumber-sumber persediaan obat baru yang bersumber dari sumber daya alam hayati laut karena di darat dinilai telah jenuh.
(M040/A011)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar