Jakarta (ANTARA News) - Ibu Negara Ani Yudhoyono mengatakan penyakit kanker penanganannya harus dilakukan bersama-sama oleh semua pihak sehingga terjalin kerjasama terpadu pelayanan dan pengobatan kanker.

Ibu Negara saat membuka seminar nasional tentang Kanker di Istana Negara Jakarta mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan perhatian khusus mengenai upaya pencegahan dan juga penanganan kanker di Indonesia.

"Menurut Presiden, pemerintah melalui kemenkes terus berupaya utnuk mengatasi upaya kesehatan termasuk kanker. Namun, diakui pemerintah tidak bisa berjalan sendiri untuk menekan angka keamtian dan kesakitan akibat kanker," ujar Ani.

Oeh karena itu, lanjutnya, Presiden berharap dukungan dari semua pihak agar kematian peyebab kanker bisa menurun.

Ani mengatakan, dari data yang ada setiap tahun 12 juta orang di dunia terserang kanker dan 7,6 juta diantaranya meninggal. Ada 13 persen kematian dunia disebabkan oleh kanker dan bila tidak dilakukan pengendalian maka pada 2030 diperkirakan bahwa 26 juta orang akan menderita kanker dan 17 juta diantaranya meninggal terutama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Terkait dengan mahalnya biaya perawatan penderita kanker, Ani mengungkapkan, pemerintah sejak beberapa tahun lalu sudah menerapkan Jamkesmas bagi masyarakat miskin dan kurang mampu.

Ani mengharapkan kerjasama semua pihak dalam penanganan kanker bisa mempermudah pengobatan bagi pengidap kanker.
(P008*D013)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar