Jakarta, 22/2 (ANTARA) - Penyadaran masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dalam melestarikan lingkungan di wilayah pesisir merupakan kata kunci dalam pemulihan kerusakan wilayah pesisir terutama ekosistem mangrove. Dalam kaitan inilah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah menginisiasi kegiatan kegiatan Ayo Tanam Mangrove (ATM). Pelaksanaan kegiatan ATM dilakukan dengan menanam mangrove sebanyak 294 ribu bibit mangrove. "Penyerahan simbolis bantuan 294 ribu bibit mangrove ini sebagai bentuk wujud nyata kepedulian KKP dalam upaya pemeliharaan lingkungan dan pemulihan kerusakan wilayah pesisir terutama ekosistem mangrove," demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo pada acara `Ayo Tanam Mangrove'(ATM) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu(22/2).

     Lebih lanjut Sharif menuturkan bahwa, banyak manfaat ekologis yang dapat dirasakan bila mangrove dijaga kelestariannya. Selain tempat pemijahan ikan, mangrove berfungsi sebagai pelindung daratan dari abrasi oleh ombak, pelindung daratan dari tiupan angin, penyaring intrusi air laut ke daratan, dan kandungan logam berat yang berbahaya bagi kehidupan. Selain itu, keberadaan mangrove memiliki fungsi penting sebagai penyerap polutan, pelindung pantai, meredam ombak, arus serta menahan sedimen, yang pada akhirnya kegiatan ini dapat menunjang produksi perikanan, baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Hal itu tidak lepas dari peran mangrove sebagai kawasan pemijahan daerah asuhan dan tempat mencari makan bagi ikan, udang dan kerang-kerangan. Di Jawa tengah, kerusakan hutan mangrove diperkirakan sekitar lima ribu hektare atau sekitar 90 persen dari total hutan mangrove yang ada di pantura Jawa Tengah. Kerusakan itu terjadi di tujuh wilayah yaitu Jepara, Rembang, Demak, Semarang, Kendal, Tegal, dan Brebes. Sedangkan pesisir Kabupaten Kendal yang mempunyai panjang *+* 42,2 km, dan daerah sekitarnya saat ini telah mengalami kerusakan yang sangat berat. Fenomena air laut masuk ke darat atau biasa disebut "rob" sudah sangat mengganggu aktifitas sehari-hari. Kejadian ini akibat dari eksploitasi yang berlebihan kawasan pesisir pada masa lampau, berupa penebangan hutan mangrove yang tidak terkontrol untuk pertambakan dan lain sebagainya. Padahal berdasarkan penelitian, jelas ada hubungan yang signifikan antara luasan kawasan mangrove dengan produksi perikanan budidaya. Pembuatan satu hektar tambak ikan pada hutan mangrove alam akan menghasilkan ikan/udang sebanyak 287 kg per tahun. Begitu juga sebaliknya, hilangnya setiap satu hektar hutan "mangrove" akan mengakibatkan kerugian 480 kg ikan dan udang di lepas pantai per tahunnya.

     Sementara itu, Kecamatan Kaliwungu merupakan salah satu Kecamatan yang terletak di jalur utama pantai Utara Kabupaten Kendal. Sebagai salah satu kecamatan di Kabupaten Kendal, Kecamatan Kaliwungu mempunyai beberapa potensi unggulan yang sudah cukup terkenal di Kabupaten Kendal khususnya dan di Jawa Tengah pada umumnya bahkan sampai tingkat nasional. Adapun potensi unggulan tersebut tersebar dibeberapa desa yang ada di Kecamatan Kaliwungu, potensi unggulan tersebut antara lain sebagai penghasil udang Vaname dan Bandeng, telur asin dan pengolahan hasil perikanan seperti pembuatan Bandeng presto dan terasi. Potensi hutan mangrove dalam menyerap karbon merupakan salah satu fungsi dari eksistensi mangrove dalam ekosistem. Keseluruhan nilai penting mangrove, meliputi empat fungsi. Diantaranya, fungsi fisik dengan menjaga garis pantai tetap stabil dan melindungi dari proses erosi atau abrasi dan pemanasan global. Fungsi biologi daerah mencari makanan, asuhan dan sumber genetika. Selanjutnya, fungsi ekonomi penghasil kayu, bahan bakar, lokasi wisata, dan kuliner.

     Lalu, fungsi kimia pengelohan bahan limbah industri, tempat daur ulang penghasil oksigen, dan penyerap karbon dioksida. Oleh karena itu menurut Sharif, mangrove merupakan komunitas tumbuhan yang hidup pada daerah pasang surut di daerah tropis, dan sekarang ini terasa menjadi lebih penting bagi kehidupan manusia. Banyak masyarakat pesisir yang tergantung kehidupannya pada ekosistem ini.

     Acara penanaman 294 ribu bibit mangrove ini juga dirangkai dengan penyerahan bantuan diantaranya berupa paket bantuan  Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) senilai  Rp. 21,7 miliar, fasilitas sarana air bersih Rp. 8,4 miliar, Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT) Rp12,4 miliar, pembangunan sabuk pantai Rp1,1 miliar, alat pemecah ombak Rp 300 Juta, pengembangan teknologi garam rakyat Rp 200 Juta, prasarana desa pesisir berupa bentor dan TPS  Rp 50 Juta. "Bantuan ini bertujuan  mempertahankan kesinambungan kualitas dan ekosistem pantai, demi kelangsungan dan daya dukung untuk kepentingan ekonomi sosial masyarakat pesisir," imbuhnya.

     Sedangkan, melalui Program PDPT diharapkan lingkungan masyarakat pesisir dapat tahan tehadap bencana dan membina manusia sehingga pendapatan masyarakat pesisir bisa meningkat, sehingga masyarakat pesisir  bisa lebih tertata. Pada tahun 2010, tercatat angka kemiskinan mencapai tujuh juta jiwa, terdapat pada 10.639 desa pesisir, sedangkan KKP selama ini baru melaksanakan pengembangan desa pesisir berbasis pelabuhan perikanan sebagai pusat pengembangan,yang mencakup 4.000 desa dari 10.639 desa pesisir di Indonesia, sehingga masih terdapat 6.639 desa pesisir yang belum terjangkau program tersebut. Oleh karena itu itu desa pesisir akan dikembangkan lebih lanjut melalui program PDPT. Sasaran program pengembangan desa pesisir tangguh tersebut dengan merevitalisasi kelembagaan di desa-desa atau koorporatisasi lembaga desa, dan memperbaiki infrastruktur di desa-desa itu. Sebagai pendukung kebijakan industrialisasi kelautan dan perikanan, program PDPT merupakan benteng ekologis dalam mengurangi risiko bencana dan dampak perubahan iklim, penguatan desa-desa pesisir terluar yang menjadi basis geopolitik untuk ketahanan nasional.

     KKP  berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kendal khususnya dan masyarakat Jawa Tengah umumnya, "Hal ini sejalan dengan misi KKP yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan", jelas Sharif.

     Sharif berharap melalui kegiatan ini, dapat dijadikan momentum untuk mensejahterakan kehidupan dan penghidupan masyarakat pesisir di Kabupaten Kendal pada khususnya, dan Jawa Tengah pada umumnya menjadi lebih baik. Semua usaha ini tentunya dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

     Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Dr. Yulistyo Mudho, M.Sc, Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (HP. 0811836967)

 

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar