Beograd (ANTARA News) - Setelah berpekan-pekan cuaca dingin ekstrem di Balkan Barat, kenaikan temperatur yang diharapkan banyak orang telah menimbulkan ancaman baru bagi wilayah tersebut, demikian peringatan pemerintah pada Selasa (21/2).

Bongkahan besar es yang mencair yang terlepas di Sungai Danube di dekat ibu kota Serbia, Beograd, merusak ratusan perahu, rakit serta bangunan lain di sepanjang pantai sungai tersebut dalam beberapa hari belakangan.

Sementara itu, kondisi siaga banjir telah diumumkan di daerah dataran rendah di sepanjang Sungai Danube atau anak sungainya. Awak pertolongan darurat berusaha menyelamatkan tempat penampungan air dan bendungan dari es yang bertumpuk.

Direktur Pengairan di Kementerian Pertanian Serbia, Aleksandar Prodanovic mengatakan saat es yang terlepas di sungai melewati Serbia, sementara bongkahan es akan terus menghalangi aliran sungai selama empat atau lima hari.

Di Sarajevo, seorang pengemudi lolos dari luka parah pada Selasa, ketika satu bongkahan besar es dan salju meluncur dari atap bangunan di daerah di pusat kota tersebut, demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA News di Jakarta, Rabu. Petugas pertolongan menggunakan tangan untuk menarik pengemudi dari kendaraan yang telah rusak total.

Di Montenegro, yang masih berada dalam kondisi darurat akibat diguyur salju tebal dalam enam dasawarsa, para pejabat memperingatkan mengenai kemungkinan salju longsor dan atap ambruk saat cuaca hangat mulai tiba.

(C003)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar