Sanaa (ANTARA News) - Rakyat Yaman memberikan suara pada Selasa untuk menandai akhir pemerintahan garis keras Presiden Ali Abdullah Saleh dalam pemilihan umum diwarnai bentrok di selatan dan boikot pemberontak Syiah di utara.

Pria dan wanita berbaris dalam antrian terpisah sebelum tempat pemungutan suara dibuka di Sanaa pada pukul 08.00 (12.00 WIB), menunggu untuk memberikan suara bagi satu-satunya nama di surat suara, Wakil Presiden Abdrabuh Mansur Hadi.

"Hari ini adalah kejatuhan nyata Ali Abdullah Saleh," kata Abdullah Ali (25 tahun), mahasiswa, setelah memberikan suara di universitas Sanaa di dekat lapangan Perubahan, pusat unjukrasa besar pada tahun lalu menuntut penggulingan Saleh.

Perempuan juga keluar dalam kekuatan di ibu kota itu pada Selasa.

"Kami terkejut dengan jumlah besar perempuan hadir, bahkan sebelum tempat pemungutan suara dibuka," kata Abir Afifi, yang memimpin bilik suara perempuan.

Wanita pertama di dunia Arab peraih Nobel perdamaian Tawakkul Karman menyatakan pemilihan umum itu "hari perayaan" rakyat Yaman.

Kepada kantor berita Prancis AFP, Karman menyatakan pemungutan suara itu menandai "akhir kelaliman dan penindasan", yang menandai 33 tahun Saleh memimpin.

Dengan berhati-hati, ia mendesak Hadi bekerja untuk pemuda, yang turun ke jalan setahun lalu. "Jika tujuan mereka tidak tercapai, pemuda Yaman akan memaksa dia keluar seperti yang mereka lakukan terhadap Saleh," katanya.

Hadi memberikan suara di tengah sorak dan tepuk tangan di tempat pemungutan suara jauh lebih terpencil di dekat rumahnya di ibukota itu.

"Ini hari bersejarah bagi Yaman. Kita akan meninggalkan masa lalu dan membuka lembaran baru, tempat kita akan menulis masa depan baru," kata Hadi, yang menurut pembantu dekatnya dikelilingi pengamanan ketat akibat ancaman terhadap dirinya, demikian AFP.


(B002/M016) 

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar