Tentara Libya akan intervensi jika bentrokan antar-suku tidak berhenti
Selasa, 21 Februari 2012 13:33 WIB | 2227 Views
Ilustrasi (FOTO ANTARA/REUTERS/Suhaib Salem/ox/11.)
Kementerian pertahanan dan militer memperingatkan bahwa jika pertempuran tidak berhenti, akan ada intervesi militer yang menentukan untuk menghentikan bentrokan-bentrokan itu.
Berita Terkait
Tripoli (ANTARA News) - Pasukan pemerintah Libya akan melakukan intervensi jika bentrokan antar-suku yang berseteru bagi penguasaan daerah di ujung tenggara negara itu tidak berhenti, kata panglima militer, Senin.
Bentrokan-bentrokan senjata sekitar 10 hari lalu di kota Al Kufra dan kini terus berlangsung, yang menandakan tantangan bagi kebijakan gurun yang penduduknya jarang.
Aksi kekerasan itu terjadi saat Dewan Transisi Nasional (NTC) yang berkuasa sedang berusaha menegakkan kekuasaannya di seluruh Libya sementara milisi-milisi yang bersaing dan kelompok-kelompok suku berebut bagi kekuasaan dan sumber-sumber alam setelah Muamar Gaddafi jatuh
Pria-pria bersenjata dari suku Zwai terlibat bentrokan senjata dengan para petempur dari kelompok etnik Tibu yang dipimpin Isa Abdl Majid, yang mereka tuduh menyerang Kufra dengan didukung orang-orang bayaran dari Chad, kata seorang pejabat keamanan dari suku Zwai. Akan tetapi Tibu, mengatakan merekalah yang terlebih dulu diserang.
Berbicara dengan Reuters, panglima angkatan bersenjata Yousef al-Mangoush mengatakan satu perjanjian antara kedua pihak dicapai, Ahad, tetapi bentrokan-bentrokan "lebih seru" terjadi, sebagaimana terus dipantau oleh ANTARA News di Jakarta, Selasa.
Ia melaporkaan ada yang cedera, tetapi tidak menyebut jumlah korban itu.
"Kementerian pertahanan dan militer memperingatkan bahwa jika pertempuran tidak berhenti, akan ada intervesi militer yang menentukan untuk menghentikan bentrokan-bentrokan itu," katanya.
Ia menambahkan pasukan militer berada di daerah itu tetapi sejauh ini tidak turun tangan. Ia membantah ada warga asing di sana dan mengatakan masalah antara kedua suku berasal dari masa lalu dan perlu dilakukan rekonsiliasi.
Dalam satu pesan teks kepada Reuters, Adelbari Idriss, seorang pejabat keamanan dari suku Zwai mengatakan "sejumlah besar" orang meninggalkan Al Kufra megungsi ke kota-kota lain.
Ia mengatakan Zwai menghentikan empat mobil yang membawa orang-orang Chad.
Tidak mungkin dapat segera mengonfirmasikan pernyataan-pernyataan itu secara independen dan menghubungi para pejabat dari pihak Tibu.
Menjawab pertanyaan tentang berita keluarga-keluarga meninggalkan Kufra, al Mangoush mengatakan: "Ya, ketika terjadi bentrokan,penduduk sipil takut dan meninggalkan rumah-rumah mereka."
Suku Tibu banyak tinggal di Chad tetapi juga mendiami bagian-bagian Libya selatan, Sudan dan Niger, perbatasan-perbatasan gurun yang tidak didemarkasi.
Di Al Kufra, hubungan antar-suku jauh lebih kuat ketimbang daerah pesisir Mediterania. Pemberontakan suku tahun 2009 ditumpas hanya setelah Gaddafi mengirim helikopter-helikopter tempur.
Wilayah terpencil itu juga merupakan pusat para penyelundup yang mengambil keuntungan dari perbatasan sub-Sahara Afrika yang kacau itu.
(C003)
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com