Pekanbaru (ANTARA News) - Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Riau mengaku tidak memiliki data konkrit atau peta lokasi terkini untuk berbagai daerah yang berpotensi cukup tinggi atau rawan terkena bencana banjir tahunan.

"Sudah sejak beberapa tahun ini, di Dinsos memang tidak lagi melakukan pemetaan terhadap daerah rawan banjir di Riau," kata Kepala Bidang (Kabid) Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Riau, Marradona di Pekanbaru, Selasa.

Umumnya untuk saat ini, kata Marradona, pihak Dinsos hanya memiliki data mengenai lokasi yang kerap dilanda bencana banjir ketika musim hujan datang.

Sejumlah wilayah yang dimaksud, katanya, rata-rata berada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) seperti Sungai Kampar, Tapung dan Sungai Siak dan lainnya, tetapi memang sudah tidak lagi ada pemetaan secara khusus.

Marradona mengakui, selayaknya memang setiap provinsi itu memiliki peta rawan bencana yang bisa diantisipasi secara dini apabila terjadi cuaca ekstrim.

"Sejauh ini untuk mekanisme berjenjang tersebut memang belum optimal, dan untuk tahun ini (2012) perlu dilakukan koordinasi yang lebih baik lagi," katanya.

Sebelumnya pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru mengklaim ada sebanyak 38 kecamatan di Provinsi Riau terdeteksi sebagai kawasan rawan bencana banjir pada Februari 2012 ini.

Analis pada lembaga pemantau cuaca itu, Aristya Ardhitama menguraikan, ke-38 kecamatan dimaksud tersebar di seluruh kabupaten maupun kota se-Provinsi Riau.

Berikut beberapa nama wilayah kecamatan yang masuk daftar wilayah rawan banjir Februari 2012: Kecamatan Bangkinang, Bangko, Batang Tuaka, Bengkalis, Bukit Batu, Bukit Raya, Cerenti, Dumai Barat, Gaung Anak Serka, Kampar Kiri, Kateman, Kepenuhan, Kuala Indragiri, Kuala Kampar dan Kuantan Hilir serta Kuantan Mudik.

Kemudian Kecamatan Kuantan Tengah, Kubu, Kunto Darussallam, Mandah, Merbau, Pasir Penyu, Peranap, Rambah, Rengat, Rokan VI Koto, Rumbai, Rupat, Sail, Seberida, Siak Hulu, Singingi, Tampan, Tandun, Tembilahan, Tambusai, XIII Koto Kampar dan Batam Barat.

Terkait pemetaan daerah rawan bencana yang di rilis BMKG tersebut, Dinsos Riau berencana akan menggelar koordinasi bersama termasuk melibatkan Badan Penanggulangan Bencana setempat sebagai koordinator penanganan bencana.
(KR-FZR)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar