Kerusuhan antipemilu meletus di Yaman selatan
Selasa, 21 Februari 2012 09:53 WIB | 1326 Views
Aden, Yaman (ANTARA News) - Bentrokan bersenjata meletus Senin (20/2) antara pasukan keamanan Yaman dan pria bersenjata dari Gerakan Selatan, yang propemisahan diri, di wilayah selatan negeri itu.
Puluhan orang cedera, kata polisi dan saksi mata.
Pegiat antipemerintah dan gerilyawan melancarkan aksi untuk mengganggu pemungutan suara dalam pemilihan presiden mendatang di Provinsi Shabwa di bagian tenggara Yaman dengan menyerang beberapa markas komisi pemilihan umum.
Mereka juga mendirikan pos pemeriksaan palsu guna mencegah kotak suara memasuki kota mereka, kata beberapa saksi mata dan warga setempat.
Gedung Komisi Pemilihan Umum di kota Ataq, ibu kota Provinsi Shabwa, diserang oleh beberapa pria tak dikenal yang bersenjata dan diduga memiliki kaitan dengan Gerakan Selatan setelah baku-tembak singkat dengan pasukan keamanan.
Sedikitnya 14 pria bersenjata dan lima tentara cedera, kata seorang saksi mata yang tak ingin disebutkan jatidirinya.
"Beberapa pria bersenjata membakar semua dokumen dan kota suara di komisi pemilihan umum setelah mundurnya tentara pemerintah yang ditempatkan di sekitar tempat pemungutan suara," kata saksi mata itu sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Selasa. Ia menambahkan, "Seluruh gedung tersebut terbakar."
Pemimpin Gerakan Selatan mengatakan mereka akan memboikot pemilihan presiden dini dengan menghalangi pemilih memberi suara mereka.
Yaman utara dan selatan bersatu pada 1990, sejalan dengan kesepakatan antara Partai Kongres Rakyat Umum, yang memerintah dan dipimpin oleh Presiden Ali Abdullah Saleh, dan Partai Sosialis Yaman. Namun, kesepakatan tersebut berantakan, sehingga menimbulkan krisis antara kedua pihak, kondisi yang berkembang jadi perang saudara pada 1994.
Kaum separatis, yang ingin mengakhiri persatuan Yaman utara-selatan, menuntut kemerdekaan dan menyatakan pihak Yaman utara melakukan diskriminasi terhadap orang Yaman selatan.
(C003/A011)Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com