Berita Terkait
Yogyakarta (ANTARA News) - Perupa Sun Ardi menampilkan orkestrasi garis warna di atas media kanvas dan kertas membentuk objek-objek imajinatif nyata maupun abstrak dalam pameran tunggalnya bertajuk "Dance with Lines #2" di Posnya Seni Godod Yogyakarta.

"`Dance with Lines #2` diambil sebagai judul pameran, karena memang nama besar Sun Ardi tidak bisa dilepaskan dari kemahirannya mengolah garis dalam setiap karyanya terutama seni grafis," kata pemilik Posnya Seni Godod, Godod Sutejo di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, pameran yang berlangsung hingga 7 Maret 2012 itu kental dengan nuansa garis yang menari-nari membentuk imajinasi seorang Sun Ardi hingga membentuk objek-objek berbagai figur seperti perempuan atau anak-anak. Sun Ardi masih konsisten menampilkan karya-karyanya melalui garis, terutama karya grafisnya yang begitu kental sekali.

"Dalam pameran itu Sun Ardi memajang sebanyak 45 karyanya, terdiri atas 24 karya seni grafis dan 21 karya seni lukis. Kami berharap karya-karya Sun Ardi itu mampu menambah wawasan bagi para penikmat seni dan masyarakat umum tentang seni grafis dan lukis," kata Godod.

Pengamat seni rupa Suwarno Wisetrotomo mengatakan dalam dunia seni rupa terdapat banyak cara untuk menghadirkan gagasan, tergantung kecenderungan dan "bahasa ekspresi" yang dipilih para perupa.

"Ada yang bertumpu pada elemen-elemen visual dengan medium konvensional, ada yang menerobos konvensi secara radikal, ada yang mengolah ruang termasuk ada yang `mewujudkan` dalam bentuk `konsep`. Setiap pilihan memiliki konsekuensi atau risiko masing-masing," katanya.

Menurut dia, Sun Ardi, perupa senior kelahiran Yogyakarta, 18 Oktober 1939, memilih bertumpu pada elemen yang paling elementer, yakni garis. Sun Ardi mengatakan garis adalah elemen visual terpenting dalam karya-karyanya.

"Ucapan Sun Ardi itu juga menjadi tindakannya dalam berkarya seni rupa. Melihat gejala visualnya, perupa itu memainkan ulang alik antara garis dan warna, menaruh warna-warna dalam bidang, kemudian menoreh garis-garis di atasnya," katanya.

Ia mengatakan karya-karya Sun Ardi pada dasarnya tidak menghadirkan ilusi ruang, dalam pengertian logika perspektif, karena ilusi ruang, selain dibangun melalui garis perspektif, juga dibantu oleh intensitas warna-warna.

Pada karya-karya Sun Ardi, baik grafis maupun lukisan, tetap bertumpu pada garis-garis linier yang membentuk sosok-sosok dengan segenap kelengkapannya. Sun Ardi selalu menghadirkan sosok-sosok, anak-anak atau dewasa, dengan sentuhan ornamentasi.

"Gejala ornamentasi merupakan kecenderungan dominan pada karya-karyanya. Barangkali itulah cara Sun Ardi `menyembunyikan` hasrat (pesan) yang sesungguhnya, hasrat sensualitas, seksualitas, keliaran, absurditas, dan keterpinggiran," kata Suwarno. (B015/M008)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar