Gerilyawan bebaskan 49 prajurit internasional, tahan tiga orang Sudan
Selasa, 21 Februari 2012 03:17 WIB | 2023 Views
Khartoum (ANTARA News) - Gerilyawan di Darfur Sudan hari Senin menyatakan telah membebaskan 49 prajurit penjaga perdamaian internasional yang ditangkap sehari sebelumnya namun tetap menahan tiga orang Sudan.
"Kami membebaskan prajurit-prajurit penjaga perdamaian itu karena penyelidikan kami memastikan bahwa mereka datang ke daerah kami tanpa mengetahui bahwa itu wilayah kekuasaan kami," kata juru bicara kelompok Gerakan Keadilan dan Persamaan Hak (JEM) Gibril Adam Bilal kepada AFP.
Ia menyatakan, JEM masih menahan tiga orang Sudan yang semula dicurigai sebagai agen-agen keamanan pemerintah, untuk mengetahui apa yang mereka lakukan bersama pasukan penjaga perdamaian itu.
"Jika penyelidikan memastikan bahwa mereka bukan anggota keamanan, maka kami akan segera membebaskan mereka," katanya.
JEM menangkap anggota-anggota misi penjaga perdamaian PBB-Uni Afrika (UNAMID) yang sebagian besar orang Senegal pada Minggu, bersama ketiga orang Sudan itu.
Seorang pejabat penerangan umum UNAMID mengatakan, ketiga orang sipil itu bekerja untuk misi penjaga perdamaian, bukan untuk pemerintah.
"Mereka bukan mata-mata," katanya.
Ia menyebut jumlah prajurit penjaga perdamaian itu 55 dan mengatakan, mereka bisa bergerak namun berusaha membebaskan orang-orang sipil yang bersama mereka.
Sebelumnya Bilal mengatakan, pasukan itu ditangkap karena memasuki wilayah yang dikuasai JEM.
"Mereka datang ke sebuah daerah yang dikuasai JEM tanpa izin atau memberi tahu JEM," kata Bilal, tanpa menyebutkan lokasi di kawasan luas Darfur, Sudan barat.
Ia menambahkan, gerilyawan menangkap mereka untuk mengetahui mengapa mereka memasuki wilayah itu, "dan menyelidiki ketiga orang Sudan itu karena kami berpendapat mereka anggota badan keamanan dan intelijen Sudan".
Prajurit-prajurit penjaga perdamaian itu dan peralatan mereka aman, kata Bilal. Ke-49 prajurit itu terdiri dari 46 orang Senegal, termasuk dua perwira, dan tiga orang yang masing-masing dari Yaman, Ghana dan Rwanda.
JEM, kelompok gerilya utama di Darfur, mengumumkan pada Januari, mereka telah memilih Gibril Ibrahim untuk memimpin kelompok itu setelah kematian saudaranya, Khalil.
Pemimpin baru itu membantah kelompoknya retak dan mengatakan, mereka akan tetap mengikuti jalur yang digariskan Khalil untuk mengupayakan perubahan "demokratis".
JEM adalah satu dari sejumlah kelompok Darfur yang memberontak pada 2003 untuk menuntut otonomi lebih luas bagi wilayah barat yang gersang itu. Mereka kini dianggap sebagai kelompok pemberontak yang paling kuat.
JEM menolak menandatangani perjanjian perdamaian penengahan Qatar yang ditandatangani Sudan dan Gerakan Keadilan dan Kebebasan (LJR), sebuah kelompok pemberontak lain di Darfur.
Perpecahan di kalangan pemberontak dan pertempuran yang terus berlangsung menjadi dua halangan utama bagi perundingan perdamaian yang berlangsung sejak 2003 di Chad, Nigeria dan Libya, sebelum pindah ke Doha.
Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon telah mengungkapkan kekhawatiran atas peningkatan pertempuran antara gerilyawan dan pasukan pemerintah di wilayah Sudan barat itu.
Ban mengatakan, ia terutama khawatir mengenai pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok gerilya Gerakan Keadilan dan Persamaan Hak (JEM) serta Tentara Pembebasan Sudan (SLA) yang setia pada Minni Minnawi.
JEM dan SLA mengangkat senjata melawan pemerintah Sudan di Darfur pada 2003 dengan menuduh mereka mengabaikan wilayah barat Sudan yang terpencil itu.
Serangkaian gencatan senjata dan perjanjian telah gagal menghentikan pertempuran di kawasan itu. JEM bergabung dalam perundingan perdamaian Darfur pada Desember lalu, tujuh bulan setelah mereka menghentikan negosiasi.
PBB mengatakan, lebih dari 300.000 orang tewas sejak konflik meletus di wilayah Darfur pada 2003, ketika pemberontak etnik minoritas mengangkat senjata melawan pemerintah yang didominasi orang Arab untuk menuntut pembagian lebih besar atas sumber-sumber daya dan kekuasaan. Pemerintah Khartoum menyebut jumlah kematian hanya 10.000. (M014)Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com