Papan dengan foto Whitney Houston terlihat di depan Gereja Baptis New Hope di Newark, New Jersey, Selasa (14/2). (REUTERS/Eduardo Munoz)

Pergilah Whitney, dengan diiringi sepasukan bidadari"
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Kevin Costner, lawan main Whitney Houston dalam film "The Bodyguard" mendapat sambutan luar biasa atas komentar simpatiknya di Gereja Baptis New Hope, Newark, di mana Houston disemayamkan.

"Rasanya benar adanya," kata Costner di atas podium Gereja Baptis New Hope di mana dia menjadi salah seorang dari sejumlah pembicara untuk menghormati mendiang Whitney Houston.

Pada bagian pidatonya, Costner mengenang kesting Houston sebagai bintang pendampingnya dalam The Bodyguard, dengan menerangkan kepada hadirin bahwa "I Will Always Love You" (Aku akan senantiasa mencintaimu) tak hanya terjadi di film itu. "Pilihan awalnya adalah 'What Becomes of a Broken Heart.'...apa yang membuat kita patah hari?"

"I Will Always Love You" adalah salah satu judul lagu Whitney Houston, sementara "What Becomes of A Broken Heart" adalah juga sebuah judul lagu.

Sang aktor lalu menjelaskan lebih jauh bahwa dia dan Houston punya banyak kesamaan ketimbang apa yang tampak di mata.

"Aku paham banyak orang yang mengira, sungguhkah? Dia gadis, kau jejaka.  Kau putih, dia hitam."

Seperti Houston, Costner menghabiskan tahun-tahun hidupnya di gereja baptis sehingga tak heran mereka berbincang panjang lebar karena mereka berdua memang telah mengenal satu sama lain.

"Aku bilang pada Whitney, aku selalu khawatir bahwa Tuhan akan memintaku menjadi pendeta," kata Costner. "Whitney malah berkata dia sama sekali tak mengkhawatirkan itu.  Dia bilang pada Tuhan dia ingin seperti Aretha (Franklin) dan keponakannya yang terkenal itu Dionne (Warwick)."

Costner melanjutkan, "Di puncak ketenarannya sebagai penyanyi, aku memintanya untuk menjadi bintang pendamping.  Aku anggap dia adalah pilihan yang sempurna.  Tapi tiba-tiba bendera merah dikibarkan (Whitney menolak)."

Costner meyakinkan pihak studio, Warner Bros, untuk menunda pengambilan gambar untuk film itu selama satu tahun sehingga Houston bisa melangsungkan tur musiknya.

"Saat itu sulit sekali studio menerimanya dan demi reputasinya mereka melakukannya namun tidak tanpa uji akting," katanya.  "Whitney harus melewati ini.  Whitney takut bahwa bintang pop terbesar itu ragu bisa berakting dengan baik.  Aku raih tangannya dan bilang padanya bahwa dia tampak cantik dan semua orang menginginkan dia berhasil, namun aku tetap masih melihat keraguan (padanya)."

Studio film itu jatuh cinta pada Whitney, sambung Costner.  "Bebanlah yang membuatnya agung, sekaligus menjadi bagian yang menyebabkannya tersandung kembali."

Dengan berlinang air mata, Costner menutup kalimatnya, "Whitney, jika kau bisa mendengarmu aku akan bilang padamu, kau tidaklah sekadar lumayan, kau terbesar...Aku adalah bodyguard-mu beberapa waktu lalu dan kini kau telah tiada. Pergilah Whitney, dengan diiringi sepasukan bidadari dan Tuhanmu di surga. Ketika kau bersimpuh di hadapanNya, jangan takut.  Kau akan baik-baik saja."

Atas sambutannya yang emosional ini, Costner mendapat tepuk tangan sembari berdiri (standing ovation) yang amat hangat dari audiens.

Sumber; The Hollywood Reporter


Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar