Ilustrasi - Gunung Galunggung (FOTO ANTARA/Rezza Estily)

Tingkat kontijensi dari aktivitas gunung Galunggung saat ini menjadi fokus kami, sehingga diharapkan bisa melakukan penanganan secara maksimal. Namun langkah mitigasi harus didukung oleh masyarakat untuk tetap tenang namun waspada.
Berita Terkait
Bandung (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar bersama PVMBG Badan Geologi meningkatkan sosialisasi peta jalur evakuasi antisipasi bencana letusan Gunung Galunggung di Tasikmalaya.

"Jalur evakuasi antisipasi letusan Gunung Galunggung sudah ada, kami mengingatkan kembali kepada penduduk di sana, termasuk memberikan masukan jalur evakuasi terkini bagi warga khususnya di daerah rawan bencana I," kata Kepala BPBD Jabar, Sigit Udjuwalaprana di Bandung, Senin.

Ia menyebutkan, BPBD Jabar, PVMBG Badan Geologi, unsur TNI dan Polri saat ini tengah melakukan sosialisasi langkah- langkah mengantisipasi peningkatan aktivitas Gunung Galunggung.

Sementara itu status Gunung Galungung di Kabupaten Tasikmalaya itu saat ini waspada atau level II. Meski masih waspada antisipasi terhadap aktivitas gunung api itu diintensifkan karena termasuk gunung api kota atau gunung api yang berdekatan dengan kawasan kota.

"Peta rawan bencana Galunggung sudah ada sejak dulu, namun sosialisasinya yang tingkatkan. Selain itu kami juga tegah membahas tingkatan kerawanan atau kontijensi dari aktivitas gunung api itu," katanya.

Pada kesempatan itu, Kepala BPBD Jabar juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Pihak PVMBG dan BPBD Jabar serta pemerintah daerah sudah melakukan koordinasi intensif dan sudah siap mengantisipasi peningkatan aktivitas gunung api yang terakhir meletus pada 1982 itu.

"Tingkat kontijensi dari aktivitas gunung Galunggung saat ini menjadi fokus kami, sehingga diharapkan bisa melakukan penanganan secara maksimal. Namun langkah mitigasi harus didukung oleh masyarakat untuk tetap tenang namun waspada," kata Sigit.

Pengalaman letusan gunung itu pada 1982, memberikan pengetahuan masyarakat sekitarnya terkait tingkat dan kawasan bahaya di kawasan itu. Sehingga menurut Sigit cukup membantu dalam melakukan upaya mitigasi di kawasan itu.

Terkait adanya tanggul penahan aliran sungai di kawasan kaki Galunggung yang sudah rusak, menurut Sigit hal itu sudah dikomunikasikan kepada instansi terkait yang mengelola dan memelihara fasilitas itu.

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar