Pertanian serap tenaga kerja terbesar investasi Jabar
Senin, 20 Februari 2012 07:44 WIB | 2307 Views
Institut Pertanian Bogor (IPB). (ist)
Jika penyerapan tenaga kerja (naker) tersebut dirinci menurut sektor, maka dampak penyerapan tenaga kerja terbesar berada pada sektor pertanian tanaman pangan, dengan penambahan tenaga kerja terbesar yakni sebanyak 4.549 orang, atau 25,35 persen.
Berita Terkait
Bogor, 20/2 (ANTARA) - Sektor pertanian tanaman pangan menyerap tenaga kerja terbesar dari investasi di Provinsi Jawa Barat, demikian sebuah penelitian yang dilakukan di Institut Pertanian Bogor.
"Jika penyerapan tenaga kerja (naker) tersebut dirinci menurut sektor, maka dampak penyerapan tenaga kerja terbesar berada pada sektor pertanian tanaman pangan, dengan penambahan tenaga kerja terbesar yakni sebanyak 4.549 orang, atau 25,35 persen," kata Ir Ifan Haryanto, MSc, yang baru menyelesaikan program doktor Ilmu Ekonomi Pertanian Sekolah Pascasarjana IPB, di Bogor, Senin.
Ifan Haryanto melakukan penelitian untuk disertasinya bertema "Dampak investasi infrastruktur transportasi terhadap penyerapan tenaga kerja sektor industri dan distribusi pendapatan masyarakat di Provinsi Jawa Barat".
Ia lulus sebagai doktor baru IPB setelah diuji komisi pembimbing Dr Ir Dedi Budiman Hakim, M.Ec, Prof Dr Ir WH Limbong, MS, dan Muhammad Firdaus, MS.i, Ph.D, serta penguji luar komisi Dr Ir Arief Daryanto, M.Ec, Dr Ardi Adji serta Dr Sri Hartoyo.
Dalam penelitiannya, untuk mengetahui dampak investasi infrastruktur di Provinsi Jawa Barat, digunakan skenario investasi infrastruktur transportasi sebesar Rp20.95 triliun pada perekonomian Jawa Barat.
Asumsi nilai tersebut didasarkan pada dokumen Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang secara spesifik menyebutkan adanya kebutuhan investasi infrastruktur transportasi di Provinsi Jawa Barat sebesar Rp20.95 triliun pada periode tahun 2011-2014 ((PP Nomor 32/2011).
Ia menjelaskan setelah pertanian tanaman pangan, sektor produksi dengan penyerapan tenaga kerja terbesar berikutnya berturut-turut adalah sektor perdagangan (2.911 orang atau 16,22 persen), sektor jasa perseorangan, rumah tangga dan jasa lainnya (2.581 orang atau 14,39 persen) dan sektor industri makanan, minuman dan tembakau (1.019 orang atau 5,68 persen).
Berdasarkan hasil studi, sektor industri yang merupakan sektor unggulan di provinsi ini menyerap tenaga kerja cukup signifikan, yaitu sebanyak 2.745 orang (15,30 persen), sedangkan sektor angkutan (darat, air, dan udara) dan jasa penunjang angkutan hanya menyerap tenaga kerja sebanyak 1.529 orang atau sebesar 8,52 persen.
Adapun sektor produksi dengan penyerapan tenaga kerja terendah adalah sektor pertambangan dan penggalian lainnya, yaitu sebesar 36 orang atau 0,20 persen.
Ia juga menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas di sektor infrastruktur transportasi berperan paling besar terhadap rumah tangga buruh pertanian secara "indirect-direct", yaitu sektor infrastruktur transportasi berdampak kepada sektor-sektor lain dan kemudian aktivitas di sektor-sektor lain tersebut memberikan pengaruh kepada rumah tangga buruh pertanian di Jawa Barat.
Misalkan untuk dampak investasi infrastruktur transportasi terhadap golongan rumah tangga industri golongan bawah di desa.
Alur dampaknya adalah dimulai dari peningkatan aktivitas di sektor infrastruktur transportasi, kemudian berpengaruh terhadap sektor-sektor selain infrastruktur transportasi, baru kemudian berdampak kepada selain golongan rumah tangga industri golongan bawah di desa, demikian Ifan Haryanto.
Bersama sejumlah aktivis mahasiswa dan para akademisi IPB, Ifan Haryanto tercatat sebagai salah satu motor penggerak kegiatan NU IPB sejak 2007 hingga sekarang, melalui wadah Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU).
KMNU aktif menggalang kaderisasi di IPB. Setiap pekan KMNU menyelenggarakan kajian isu-isu aktual melalui forum "bahtsul masail".
Ia menyelesaikan S1 di jurusan Teknik Planologi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1999 dan S2 jurusan Economic Development and Policy, School of Public Policy, the University of Birmingham, Inggris 2002.
Ifan Haryanto juga tercatat sebagai salah satu pelopor Pengurus Cabang Istimewa NU (PCI NU) di Eropa, yakni sebagai sekretaris tanfidziyah di PCI NU Inggris.
(A035/M008)
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com