London (ANTARA News) - Indonesia mempromosikan pengembangan tenaga kerja terampil di Emirat Ras Al Khaimah khususnya untuk diperkerjakan di salah satu jaringan toko buku lokal terbesar di UAE, Al-Haramain Bookshop.

Hal itu terungkap dalam kunjungan Konjen RI Dubai Mansyur Pangeran bersama Pejabat Fungsi Konsuler, Pejabat Fungsi Ekonomi KJRI Dubai berkaitan dengan rencana perekrutan 30 pegawai Indonesia untuk bekerja pada Al-Haramain Bookshop, demikian Sekretaris Pertama/ Konsul Fungsi Pensosbud KJRI Dubai, Adiguna Wijaya kepada ANTARA London,Senin.

Konjen RI Dubai, Mansyur Pangeran bertemu dengan Chief Executive Al-Haramain Bookshop, Abdullah Saeed Bajaman di Kantor Pusat toko buku ini di Ras Al Khaimah (RAK), Emirat yang berjarak sekitar 160 kilometer di utara Dubai menindaklanjuti pertemuan di KJRI Dubai bulan lalu serta bertatap muka dan berdialog dengan pegawai asal Indonesia dalam rangka pembinaan masyarakat Indonesia.

Selain itu kunjungan tersebut juga dalam rangka memberikan pelayanan kekonsuleran dan pelayanan paspor serta pendataan WNI penduduk luar negeri di wilayah akreditasi KJRI Dubai yang menjadi pegawai di toko buku ini.

Dalam pertemuan ini, hadir General Manager Al-Haramain Bookshop, Atef Saif Al-Naser, beserta sejumlah staf yang termasuk diantaranya 30 pegawai asal Indonesia yang telah lebih dahulu bekerja di Al-Haramain Bookshop.

Konjen Mansyur menyampaikan apresiasi kepada pihak Al-Haramain Bookshop yang mempekerjakan pegawai Indonesia sebagai bagian dari TKI formal yang ada di wilayah kerja KJRI Dubai dan mengharapkan jumlahnya terus ditingkatkan sejalan dengan makin berkembangnya usaha toko buku tersebut.

Konjen Mansyur juga menyampaikan kebanggaannya dengan kinerja pegawai Indonesia yang bekerja pada Al-Haramain Bookshop yang mendapat apresiasi dari pimpinan perusahaan, dan bahkan beberapa diantaranya menjadi pemimpin cabang. "Kinerja dan perilaku yang baik tersebut memberikan kontribusi positif bagi promosi TKI formal di UAE," ujarnya.

Diharapkan hal ini dapat menjadi contoh nyata untuk menarik lebih banyak lagi para pengusaha UAE untuk merekrut TKI formal pada perusahaannya.

Konjen Mansyur berpesan agar pegawai senantiasa menjaga kepercayaan yang diberikan pimpinan dan nama baik bangsa dan negara, serta mematuhi dan menghormati hukum dan peraturan yang berlaku.

Pertemuan dalam kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk membicarakan tindak lanjut dan perkembangan mengenai rencana kedatangan 30 TKI yang telah lulus seleksi dan terpilih sebagai pegawai di Al-Haramain Bookshop di seluruh wilayah UAE.

Ketigapuluh TKI tersebut sedianya tiba di UAE pada akhir Januari akan tetapi berdasarkan keterangan Al-Haramain Bookshop hanya empat pegawai yang memperoleh visa kerja dan selebihnya belum memperoleh persetujuan dari pihak imigrasi RAK.

Sebagaimana peraturan dan ketentuan keimigrasian UAE yang baru diberlakukan sejak Januari, setiap calon tenaga kerja asing yang akan bekerja di UAE diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatannya pada rumah sakit atau klinik di Indonesia yang ditunjuk secara resmi oleh pemerintah UAE.

Pihak imigrasi RAK tidak dapat mengeluarkan visa kepada yang bersangkutan tanpa surat keterangan/ sertifikat kesehatan yang dikeluarkan oleh rumah sakit atau klinik yang dirujuk tersebut.

Kendala lainnya rumah sakit dan klinik yang dirujuk berada di Jakarta, Surabaya, Malang dan Mataram, sementara sebagian calon pegawai yang berasal dari berbagai kota. Untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit atau klinik yang ditunjuk pemerintah UAE dibutuhkan biaya cukup besar.

Terkait permasalahan proses aplikasi visa UAE dan pemeriksaan kesehatan para calon pegawai di Indonesia, Konjen Mansyur menyatakan KJRI Dubai akan meneruskan informasi permasalahan ini kepada instansi dan berbagai pihak terkait, baik di Indonesia maupun di UAE, dalam hal ini pemerintah RAK.

KJRI Dubai terus berupaya mendukung proses perekrutan TKI formal yang akan bekerja di UAE dan berharap kiranya dapat mendorong peningkatan jumlah TKI formal di Dubai dan Emirat lainnya di wilayah kerja KJRI Dubai.

Sampai saat ini Al-Haramain Bookshop mempekerjakan 30 pegawai asal Indonesia yang ditempatkan pada cabang di Ras Al Khaimah dan di berbagai cabang lainnya di Sharjah, Ajman, Umm Al Quwain dan Fujairah.

Al-Haramain Bookshop juga memiliki 16 cabang toko buku tersebar di seluruh wilayah UAE, kecuali Dubai dan Abu Dhabi. Dalam waktu dekat direncanakan akan dibuka kembali empat cabang baru di Sharjah, Umm Al Quwain, Ajman dan Fujairah.

Terkait rencana pembukaan cabang baru tersebut, pihak Al-Haramain Bookshop menginformasikan akan merekrut sekitar 50 pegawai asal Indonesia. Berkaitan dengan itu, pihak manajemen akan mengirim staf ke Indonesia sebagai upaya untuk membantu proses pemeriksaan kesehatan bagi para calon pegawainya. (ZG)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar