Indonesia raih peringkat dua perlombaan sepatu roda
Minggu, 19 Februari 2012 18:46 WIB | 1228 Views
ilustrasi Atlet sepatu roda Indonesia (FOTO ANTARA/Basrul Haq)
Berita Terkait
Sidoarjo (ANTARA News) - Atlet sepatu roda dari Indonesia meraih peringkat kedua setelah kalah dari atlet China Taipe pada nomor maraton 42 kilometer pada kejuaraan international sepatu roda antarklub memperebutkan Piala Bupati Sidoarjo.
Usai perlombaan yang berlangsung di Sidoarjo, Minggu, juara pertama dalam nomor maraton 42 km asal China Taipe, Wei Lin, mengakui dalam lomba itu relatif cukup berat mengingat cuaca di Indonesia cukup panas.
"Cuacanya cukup panas sehingga saya harus bekerja ekstra keras untuk memperolah juara satu dalam perlombaan sepatu roda kali ini. Selain itu, lawan-lawan dari Indonesia dan negara lain yang mengikuti perlombaan ini juga cukup bagus," katanya.
Dalam perlombaan kali ini, dirinya cukup nyaman dengan kondisi lintasan yang ada serta animo dari masyarakat Sidoarjo yang menonton lomba ini menambah semangat dari para atlet yang ikut.
Sementara itu, Mardian asal Bandung yang berhasil menduduki posisi dua mengaku puas dengan perolehan ini meski lawan-lawannya itu merupakan para atlet tingkat dua yang kemampuannya sudah tidak diragukan lagi.
"Beruntung saya bisa menang lawan mereka meskipun harus memperoleh juara dua. Akan tetapi, saya puas dengan perolehan tersebut, mengingat lawan-lawan saya sebagian besar adalah juara dunia," katanya.
Pada nomor putra atlet nasional China Taipei Wei Lin berhasil mengungguli atlet sepatu roda lainnya dengan catatan waktu satu jam 16 menit.
Atlet Indonesia dari klub B-Blades Bandung, Muhammad Mardian, mampu finis di tempat kedua dengan catatan waktu satu jam 18 menit.
Sementara itu, pada nomor putri, kembali Atlet ChinaTaipei Yu Ting merebut medali emas setelah finis di tempat pertama dengan catatan waktu satu jam 31 detik.
Atlet nasional Indonesia Ajeng Anindia Prasalita dari klub Eagles Prestasi Semarang mampu finis di tempat kedua dan di tempat ketiga diisi Chia Pei dari China Taipe.
Turunnya atlet internasional dari berbagai negara pada kejuaraan ini merupakan prestasi sendiri bagi atlet Indonesia untuk bersaing di kelas lebih bergengsi karena atlet china taipei khususnya merupakan juara dunia dan juara Asia.
(KR-MSW/D007)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com