Bangkok (ANTARA News) - Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra akan mengunjungi Malaysia, Senin, lawatan perkenalan kepada anggota-anggota yang tersisa dari Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sejak ia menjabat pada Agustus tahun lalu.

Kunjungan tersebut ditujukan untuk memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara tetangga yang berbagi sekitar 650 kilometer perbatasan, lapor TNA.

Perjalanan itu ditunda dari Oktober tahun lalu akibat krisis banjir yang menimpa di Thailand.

Perdana menteri Thailand akan mengambil kesempatan ini untuk menegaskan hubungan dekat antara Thailand dan Malaysia, sekaligus menunjukkan kesiapan Thailand untuk bekerja sama dengan Malaysia pada tingkat bilateral dan dalam kerangka ASEAN.

Selama kunjungan satu hari, Yingluck dijadwalkan bertemu dengan mitranya Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak untuk membahas isu-isu bilateral termasuk rencana menghidupkan kembali mekanisme kerja sama yang ada pada saat Thailand akan mengusulkan untuk menjadi tuan rumah Komisi Bersama Thailand Malaysia, Pengembangan Strategi Bersama untuk perbatasan Wilayah (JDS) pada paruh pertama 2012 untuk meletakkan dasar bagi pertemuan puncak tahunan ke-lima antara pemimpin Thailand dan Malaysia, yang Malaysia diharapkan menjadi tuan rumah.

Thailand dan Malaysia juga akan mencari kerja sama yang erat dalam keamanan perbatasan termasuk perdagangan narkoba, perdagangan manusia dan penyelundupan senjata.

Kerja sama di bawah Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) dan pengembangan strategis ekonomi untuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) juga termasuk dalam agenda.

Yingluck juga akan mengundang pemimpin Malaysia untuk menghadiri Forum Ekonomi Dunia ke-21 di Asia Timur yang akan diselenggarakan di Thailand selama 30 Mei - 1 Juni.

Selain Indonesia, Malaysia dan Thailand, ASEAN juga beranggotakan Filipina, Singapura, Brunei Darussalam, Laos, Vietnam , Myanmar dan Kamboja.

Segitiga Pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand(IMT-GT) dibentuk pada Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) pertama di Langkawi, Malaysia, pada 20 Juli 1993.

Kementerian Luar Negeri RI menjelaskan, IMT-GT bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah perbatasan negara-negara IMT-GT.

Melalui kerja sama IMT-GT, sektor swasta terus didorong menjadi "mesin pertumbuhan".

Untuk tujuan tersebut telah dibentuk suatu wadah bagi para pengusaha di kawasan IMT-GT yang disebut Joint Business Council (JBC). JBC secara aktif ikut dilibatkan dalam rangkaian pertemuan-pertemuan IMT-GT setiap tahunnya.

Wilayah Indonesia yang menjadi bagian dari kerja sama IMT-GT adalah provinsi-provinsi: Aceh, Bangka-Belitung, Bengkulu, Jambi, Lampung, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara dan Sumatera Barat

Pada KTT IMT-GT ke-lima di Hanoi, Vietnam, 28 Oktober 2010, para pemimpin IMT-GT mengadopsi Pernyataan Bersama KTT IMT-GT Kelima yang antara lain berisi mengenai: perkembangan proyek-proyek IMT-GT terutama yang berkaitan dengan perwujudan antara lain koneksitas sub-regional dalam mendukung ASEAN Connectivity.

Sampai saat ini telah diadakan 15 kali Pertemuan Pejabat Senior (SOM) dan Pertemuan Tingkat Menteri (MM) dan lima kali KTT IMT-GT. (AK)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar