Menko Kesra: KSPSI jadi wadah utama pekerja
Sabtu, 18 Februari 2012 00:16 WIB | 2146 Views
Menko Kesra, Agung Laksono (FOTO ANTARA)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Menko Kesra Agung Laksono berharap Kongres Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menjadi wadah utama para pekerja.
Agung Laksono menyampaikan harapan itu saat membuka Kongres KSPSI VIII yang bertemakan "Revitalisasi KSPSI Sebagai Organisasi Perjuangan Pekerja Yang Kuat, Mandiri dan Profesional", demikian siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat.
Kongres yang digelar di Kota Batu, Malang tersebut dihadiri oleh 23 perwakilan dan pimpinan DPD SPSI, 350 DPC, dan 14 DPP FSPA sebagai anggota Konfederasi SPSI, yang totalnya berjumlah 750 orang anggota KSPSI.
Tak hanya itu, dalam kongres buruh terbesar seluruh Indonesia ini juga dihadiri oleh Senior Specialist Workers Activities Organisasi Buruh Internasional (ILO) Kantor Regional Asia Pasifik Shigeru Wada, Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala dinas tenagakerja, Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, dan dari pihak Jamsostek.
Agung berharap agar kongres buruh dan pekerja terbesar seluruh Indonesia ini dapat berjalan lancar sehingga nilai-nilai perjuangan para pekerja dapat tersalurkan oleh pemimpinnya yang baru nantinya.
"Saya berharap agar Kongres KSPSI ke-VIII ini dapat berjalan dengan lancar supaya perjuangan teman-teman dapat tersalurkan oleh pemimpinnya yang baru dalam pemilihan nanti. Dan saya percaya setelah kongres ini tidak ada luka diantara kita dan tetap SPSI Bersatu," katanya.
Shigeru Wada menjelaskan bahwa nama Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) yang merupakan wadah organisasi pekerja terbesar di seluruh Indonesia ini telah terdengar bahkan dikenal di seluruh dunia dalam memperjuangkan hak para pekerja.
"Nama SPSI itu sudah terdengar diseluruh dunia dan sudah sejak lama sekali. Walaupun dalam perjalannya ada kendala-kendala tapi nama SPSI adalah simpul serikat pekerja di seluruh Indonesia," ungkap Shigeru Wada.
Dirinya menjelaskan bahwa regenerasi kepemimpinan serikat pekerja melalui kongres ini adalah sesuatu yg penting dalam setiap negara khususnya Indonesia. KSPSI, katanya lagi, harus mampu memperjuangkan peningkatan kesejahteraan para pekerja.
"Presiden SBY mendeklarasikan bahwa Indonesia tidak akan memberikan upah buruh murah. Beliau juga menegaskan bahwa Indonesia juga terus mempromosikan peningkatan skill untuk meningkatkan upah pekerjanya. maka dengan upah meningkat maka ekonominya juga akan meningkat. Dan itu juga yang dipromoisikan oleh ILO dalam beberapa tahun terakhir ini," paparnya.
Sementara Ketua OC Kongres KSPSI ke-VIII Diana Anwar menjelaskan bahwa kongres KSPSI Ke-VIII ini adalah merupakan hari kebangkitan pekerja seluruh Indonesia yang telah diramu menjadi satu demi meningkatkan dan memperjuangkan kesejahteraan buruh dan pekerja seluruh Indonesia di kemudian hari.
"Kongres ini adalah kongres kebangkitan pekerja, untuk itu saudara-saudara saya berharap hasil kongres ini adalah kongres yang paling baik selama 20 tahun ini, pilihlah sesuai hati nurani saudara-saudara yang pantas untuk dipilih menjadi pemimpin kita semua," kata Diana.
UMK
Sementara itu terkait maraknya aksi unjuk rasa yang yang dilakukan ribuan pekerja yang meminta kenaikan upah minimum (UMK) kabupaten/kota buruh pada waktu lalu, Agung Laksono mengatakan, hal ini menimbulkan efek negatif karena mengganggu kepentingan publik dan transportasi umum.
"Kejadian ini menimbulkan persepsi yg negatif dari para investor, terutama para investor asing," ujarnya seraya menambahkan bahwa demo yang terjadi di Bekasi dan di kota lainnya, apabila berulang kembali akan menimbulkan kontra produktif terhadap perbaikan pertumbuhan ekonomi nasional.
Ditegaskannya bahwa rendahnya UMK tentu juga menjadi perhatian bersama. "Saya berharapkan adanya dialog tripartit antara serikat pekerja, pengusaha dan pemerintah dalam menetapkan besaran UMK yang dilaksanakan bisa mendapat kata sepakat untuk dilaksanakan.," ujarnya.
Agung mengatakan bahwa penetapan UMK perlu mengedepankan rasa keadilan serta memperhatikan betul-betul memperhatikan kesejahteraan para pekerja. "Dunia usaha juga diharapkan merubah paradigmanya untuk tidak sekedar mencari keuntungan semata-mata. Tapi juga mencari untuk dan juga mensejahterakan para pekerjanya," jelasnya. (D011/Z002) Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com