Berlin (ANTARA News) - Presiden Jerman Christian Wulff mengundurkan diri Jumat setelah sejumlah skandal, kata kantor berita lokal DPA, membuat Kanselir Angela Merkel pusing sementara ia berusaha mengatasi krisis utang Eropanya.

"Saya... hari ini mengundurkan diri dari jabatan presiden federal untuk memberikan jalan segera bagi seorang pengganti," kata Christian Wulff dalam pernyataan tiga setengah menit di televisi dari istana Bellevue seperti dikutip AFP.

Jerman membutuhkan "seorang presiden yang dipercaya bukan hanya mayoritas, tetapi mayoritas luas rakyat," kata Wulff bersama istrinya Bettina disampingnya.

"Perkembangan-perkembangan pada hari-hari dan minggu-minggu terakhir ini telah menunjukkan kepercayaan ini dan karena itu keefektifan saya telah hancur. Karena alasan itu, tidaklah mungkin bagi saya untuk melaksanakan tugas keprsidenan baik di dalam maupun luar negeri yang harus saya lakukan," tambah kepala negara itu.

Wulff mengundurkan diri dalam satu pidato Jumat malam, kata DPA mengutip satu sumber, sehari setelah para jaksa menuntut komunitasnya dicabut untuk menyelidiki tuduhan-tuduhan bahwa ia menyalah gunakan jabatannya.

Kepala negara Jerman pilihan Merkel itu hampir setiap hari dituduh media ia menerima hadiah-hadiah ketika menjadi perdana menteri negara bagian Lower Saxony.

Wulff, 52 tahun mengeluarkan pernyataan dari Istana Bellevue di Berlin pukul 10.00GMT (17.00 WIB), kata kantornya.

Merkel membatalkan kunjungan yang telah direncanakan ke Roma untuk bertemu dengan Perdana Menteri Italia Mario Monti mengenai krisis euro dan akan membuat pernyataanya sendiri 30 menit kemudian.

Pada Kamis malam,jaksa di kota Hanover Jerman utara juga mengumumkan satu "kecurigaan awal" terhadap kawan produser film Wulff, David Groenewold, yang kabarnya mengambil uang untuk membayar sewa hotel Wulff untuk dua kali menginap.

Para pengacara Wulff mengatakan ia membayar kembali uang itu secara kontan untuk satu kali menginap.

"Saya memperkirakan komisi imunitas parlemen dan Budestaag (majelis rendah parlemen) akan memutuskan menyetujui permintaan jaksa Hanover," kata wakil ketua kelompok parlemen Uni Demokratik Kristen (CDU) Michael Meister kepada Radio Deutschlandfunk.

CDU yang konservatif itu adalah partai Wulff dan Kanselir Angela Merkel.

Peran Wulff sebagian besar seremonial tetapi mengemban beban moral penting dan pengumuman jaksa di Hanover, ibu kota Lower Saxony merupakan pertama kali parlemen Jerman meminta pertimbangan pencabutan imunitas presiden itu.
(H-RN/B002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar