Temu puncak Amerika diharapkan sertakan Kuba
Kamis, 16 Februari 2012 19:58 WIB | 1330 Views
Havana (ANTARA News) - Pejabat dari kelompok kiri negara Amerika Latin ALBA menantang Amerika Serikat pada Rabu dengan menekankan kesertaan Kuba dalam temu puncak keenam negara Amerika pada April di Kolombia dan minta negara tuan rumah mengundang negara pulau itu.
ALBA, didirikan pada 2004 oleh Venezuela dan Kuba, adalah gabungan delapan negara, yang menempatkan diri sebagai tandingan pengaruh Amerika Serikat di Amerika Latin.
ALBA juga termasuk Ekuador, Nikaragua, Antigua dan Barbuda, Bolivia, Persemakmuran Dominika serta Saint Vincent dan Grenadines, demikian Reuters melaporkan.
Dalam sidang Dewan Politik ALBA, pejabat memutuskan ancaman boikot atas temu puncak itu jika Kuba tidak hadir, dengan mengatakan akan melihat hubungan terkini Amerika Serikat-Kuba.
Kuba menyatakan ingin ikut dalam acara tersebut, tapi Washington bersikeras tidak bisa, kecuali negara itu mengadakan perubahan demokratis, yang mengizinkannya bergabung kembali dengan Perhimpunan Negara Amerika (OAS), yang menyelenggarakan temu puncak tersebut bersama dengan Kolombia.
Negara pulau itu, yang dilempar dari OAS pada 1962 dan diundang kembali pada 2009, tidak berniat bergabung kembali, karena OAS melayani, untuk tujuan penguasaan, pendudukan dan serangan, sebagai asas bagi Amerika Serikat menyerang dan menjarah Amerika Latin dan Karibia, kata Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez.
Hubungan Amerika Serikat dengan Kuba panas sejak revolusi pulau Karibia itu pada 1959, dengan Washington menuntut demokrasi dan hak asasi manusia lebih luas di Kuba dan Kuba mengatakan kepada negara adidaya 145 kilometer darinya itu pikirkan urusannya sendiri.
Kemampuan Kuba melecehkan Amerika Serikat setengah abad merebut pujian dan kekaguman di Amerika Latin, yang lama merasa dikuuasai Washington.
Masalah Kuba menjadi sakit kepala bagi presiden Kolombia Juan Manuel Santos, karena ancaman menjegal temu puncak itu, atau setidak-tidaknya mengurangi kegembiraan acara tersebut, yang negara Andean itu ingin gunakan untuk memoles citranya setelah bertahun-tahun didera sengketa dalam negeri.
"Saya pikir Santos tidak akan membiarkan itu terjadi. Itu pestanya dan ia ingin menjadi pemimpin kawasan," kata Michael Shifter, ketua Dialog Antar-Amerika di Washington, "Sulit melakukannya jika temu puncak pecah atau diboikot."
Pemimpin 34 negara itu, termasuk Presiden Amerika Serikat Barack Obama, diharapkan menghadiri temu puncak Amerika tersebut di Cartagena, Kolombia, 14-15 April.
Menteri Luar Negeri Kolombia Maria Angela Holguin, yang mencoba menyeimbangkan tuntutan Amerika Serikat dengan sesama negara Amerika Latin-nya, terbang ke Kuba pada pekan lalu untuk membahas persoalan tersebut dengan Rodriguez dan Presiden Raul Castro, yang mengatakan kepadanya bahwa Kuba merencanakan hadir jika diundang.
Dalam pernyataan penutupan, Dewan Politik ALBA menyatakan Kolombia melakukan upaya pembicaraan dengan semua negara di wilayah itu tentang peranserta Kuba.
(B002/H-AK) Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com