Jakarta (ANTARA News) - PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) mengaku akan membayar utang jatuh tempo pada tahun ini senilai 20 juta dolar AS.

"Tahun ini kami akan membayar utang yang jatuh tempo sekitar 20 juta dolar AS dengan dana dari kas perusahaan," kata Finance and Accounting Director APOL, Andrew Hardi Hanubrata dalam paparan publik di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, utang perusahaan terdiri dari obligasi dolar AS, modal kerja, bunga obligasi perseroan, dan utang lainnya.

"Pembayaran utang memang telah dijadwalkan sesuai dengan composition plan yang telah dibuat dalam program restrukturisasi," katanya.

Ia mengaku, perseroan baru saja menyelesaikan proses penjadwalan kembali utang dengan beberapa kreditur melalui pembelian kembali (buyback) senilai 67,9 juta dolar AS.

Setelah "buyback", kata dia, utang yang terdiri dari modal kerja turun dari Rp551,3 miliar menjadi Rp328,8 miliar, utang derivatif turun dari Rp457,6 miliar menjadi Rp311,9 miliar. Kemudian, utang obligasi dan utang yang dijamin turun dari Rp4,071 triliun menjadi Rp3,823 triliun.

Ia mengemukakan, dengan selesainya proses "buyback" pada 30 Juni 2012 mendatang maka total kewajiban perseroan tersisa sekitar Rp4,464 triliun.

"Penurunan jumlah utang dapat meringankan beban kami menjalankan usaha dalam kondisi yang fluktuatif saat ini," kata Direktur Utama Arpeni, Oentoro Surya menambahkan.

Kesepakatan yang telah dicapai dalam proses restrukturisasi itu, kata dia, membuat beban bunga perseroan secara rata-rata turun menjadi tiga persen per tahun atau turun sebesar dua juta dolar AS setiap tahun.

"Selain itu, pembayaran angsuran pokok yang lebih rendah menyebabkan arus kas dan posisi kas kami menjadi lebih baik," ucapnya.

Ia mengatakan, kinerja keuangan Arpeni juga diprediksi membaik. Optimisme itu didorong oleh prediksi membaiknya tarif angkutan curah kering (dry bulk) pada tahun ini. Namun sayangnya Oentoro tidak menyebutkan target-target yang diharapkan untuk dicapai.

"Dua tahun belakangan, kondisi bisnis angkutan dry bulk sangat fluktuatif karena ketidakseimbangan supply dan demand, tahun ini mudah-mudahan membaik," ujarnya.

Tambah kapal

Arpeni yang merupakan perusahaan bergerak di bidang pelayaran akan mendapat tambahan dua buah kapal pada akhir bulan ini. Oentoro mengatakan, kedua kapal itu sedang dalam tahap pengiriman dari Tiongkok.

"Diperkirakan akan datang dua minggu lagi, kedatangan dua kapal ini akan menjadikan jumlah kapal kami menjadi 78 kapal," katanya.

Ia mengatakan, masing-masing kapal memiliki kapasitas sebesar 76.000 dwt dengan jenis Panamax. Harga kapal masing-masing sebesar 41 juta dolar AS. Pendanaan untuk membeli kapal sekitar 80 persennya dari konsorsium perbankan luar negeri.

"Kami mendapat pinjaman dari UOB Singapura dan SEB Bank, sementara sisanya sekitar 20 persen akan diambilkan dari equity," ujarnya.

Ia memaparkan, pinjaman dari perbankan luar negeri itu memiliki tenor selama 10 tahun dengan bunga sekitar 6 persen.

(ANTARA)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar