Twitter dan "alay" menurut Tifatul
Rabu, 15 Februari 2012 10:10 WIB | 3669 Views
Ilustrasi (ANTARA News/Lukisatrio)
Saya rasa perlu ada juga tokoh yang membimbing supaya penggunaan media sosial tetap pada jalur positif,"
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring punya kekhawatiran jejaring sosial Twitter akan merusak bahasa jika penggunaannya di kalangan muda tidak dikelola baik.
"Twitter hanya bisa menampung 140 karakter, sehingga muncullah
bahasa-bahasa 'alay'," kata Tifatul.
Menurut dia, pengguna media sosial di Indonesia saat ini
mencapai sekitar 55 juta jiwa.
"Saya rasa perlu ada juga tokoh yang membimbing supaya penggunaan media sosial tetap pada jalur positif," ujarnya.
Tifatul mengemukakan hal itu pada Selasa malam setelah menyaksikan pemutaran perdana film "Republik Twitter" besutan sutradara
Kuntz Agus.
Dia merujuk salah satu bagian "Republik Twitter" yang menggambarkan jejaring itu dapat dijadikan sebagai kampanye
yang sangat efektif untuk merebut hati masyarakat.
"Pemilu Kepala Daerah DKI yang menjadi salah satu babak dalam film
tersebut juga sangat mengena apalagi saat ini pencalonan calon Gubernur
DKI sedang hangat-hangatnya," katanya.
Twitter, lanjutnya, dapat menjadi jalan membangun citra bagi para calon kepala daerah.
"Tapi...jika sang calon tidak mengerti dan tidak memanfaatkan
kedahsyatan twitter hanya karena gaptek (gagap teknologi) ya...
siap-siap saja bekerja keras karena akan dijadikan pihak kompetitor
untuk memenangka persaingan," ujarnya.
(R017) Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com