BI optimistis bunga kredit segera turun
Selasa, 14 Februari 2012 17:54 WIB | 2345 Views
Bank Indonesia (BI) (ilustrasi)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Bank Indonesia optimistis penurunan suku bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar 50 basis poin menjadi 6,0 persen, akan diikuti penurunan suku bunga kredit perbankan dalam waktu dekat ini.
"Dengan bunga penjaminan turun, maka bank akan menurunkan bunga simpanan atau deposito, sehingga biaya dana akan turun. Kalau biaya dana turun suku bunga kredit akan segera turun juga. Saya yakin lending rate akan turun tahun ini," kata Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta, Selasa.
Menurut Perry, suku bunga penjaminan LPS menjadi acuan perbankan dalam memberikan bunga simpanan atau deposito sehingga penurunan bunga penjaminan akan diikuti penurunan bunga deposito.
"Dengan bunga deposito turun maka biaya dana atau cost of fund akan turun, sehingga tidak ada alasan perbankan tidak turunkan suku bunga kreditnya," kata Perry.
Namun Perry mengatakan pihaknya tidak bisa memperkirakan berapa besaran penurunan suku bunga kredit yang akan diambil perbankan.
"Tiap bank akan punya target penurunan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) sendiri, yang akan dicantumkan di Rencana Bisnis Bank (RBB). Awal Maret RBB diumumkan," katanya.
Dijelaskannya, secara struktur bunga, SBDK terdiri dari biaya dana, overhead cost dan profit margin. Sehingga dengan biaya dana turun, maka suku bunga kredit akan turun.
Perry juga mengatakan tidak ada niatan BI untuk menetapkan suku bunga kredit perbankan, karena hal itu adalah keputusan bisnis perbankan.
"Namun yang kita inginkan adalah arah bunga kredit menurun, karena BI rate juga sudah turun. Ini dibutuhkan untuk mendorong perekonomian kita yang butuh stimulus termasuk dari perbankan," katanya.
Perry juga menjelaskan bahwa seharusnya LPS sudah tidak lagi menggunakan BI rate sebagai patokan karena bunga yang efektif digunakan di pasar oleh perbankan adalah bunga operasi moneter BI seperti discount facility dan term deposit overnight sebesar 3,75 persen.
"Banyaknya ekses likuiditas perbankan mendorong bunga di pasar turun, sehingga LPS harusnya menggunakan bunga di pasar sebagai patokan. Semoga ada langkah penurunan lagi ke depan," katanya.
Sampai dengan Desember 2011, suku bunga kredit di BPD untuk kredit modal kerja, kredit investasi dan kredit konsumsi masing-masing turun 21 bps, 8 bps dan 12 bps.
Sementara kelompok bank swasta dan bank persero secara rata-rata menurunkan suku bunga kreditnya masing-masing 11 bps dan 8 bps. Sebaliknya kelompok bank asing dan campuran justru tercatat menaikkan suku bunga kredit investasi dan kredit konsumsi masing-masing sebesar 483 bps dan 30 bps.
(D012/A023)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com