Seoul (ANTARA News) - Empat atlet bola voli Korea Selatan mendapat hukuman tidak boleh bertanding seumur hidup karena keterlibatan mereka pada skandal pengaturan pertandingan, demikian dilaporkan media-media lokal pada Senin.

Komite disiplin dari Federasi Bola voli Korea telah menghukum tiga pemain dari tim KEPCO 45 dan satu lagi dari Sangmu, tim militer di Liga Voli. Selain itu, mereka berempat juga sama sekali tidak boleh menjadi pelatih, demikian dilaporkan kantor berita Yonhap.

"Untuk memastikan bahwa bola voli profesional tetap dapat memiliki tempat di negeri ini, kami tidak memiliki pilihan selain menjatuhkan hukuman berat," demikian kutipan pernyataan sekretaris jenderal federasi, Park Sang-seol.

"Beberapa orang telah ditahan, dan yang lainnya tidak. Namun kami telah melihat apa yang dipelajari jaksa sejauh ini, dan menghukum beberapa pemain seumur hidup."

Pemain kelima, yang mengakui bahwa dirinya terlibat dalam skandal tersebut ketika membela bekas timnya, Sangmu, masih belum dijatuhi hukuman sampai jaksa menyelesaikan pemeriksaannya terhadap skandal yang telah membuat tim militer tidak dapat berkompetisi pada sisa musim ini.

Dari pemain-pemain yang telah diinterogasi untuk tuduhan mendapatkan uang dari perantara perjudian, tiga orang di antaranya telah dikirim ke penjara.

Sepak bola Korea Selatan sempat dihantam skandal serupa pada tahun lalu, yang berujung pada penahanan hampir sebanyak 50 pemain.

Itu adalah skandal terbesar yang memukul Liga Korea, yang telah berusia 29 tahun, dengan seorang mantan pelatih dan pemain, yang oleh media Korea dikait-kaitkan dengan skandal itu, ditemukan meninggal dunia dalam insiden terpisah setelah diduga melakukan bunuh diri, demikian Reuters melaporkan.

(SYS/H-RF/T009)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar