MEDAN, 16/2 - TITIK API. Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Bandara Polonia Medan, Firman (kanan) menunjukan peta satelit pemantau lingkungan, terkait kabut asap yang melanda sejumlah daerah di Pulau Sumatera dalam beberapa hari terakhir, di Medan, Sumut, Rabu (16/2). Pihak BMKG Bandara Polonia Medan menyatakan, berdasarkan pantauan peta satelit, jumlah titik api kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera sebanyak 25 titik. (ANTARA/Irsan Mulyadi)

Kalau sebelumnya (Sabtu 11/2) titik api atau `hotspot` di Riau itu ada sebanyak 17 titik, sejak Minggu (12/2) sudah mencapai 59 titik.
Berita Terkait
Pekanbaru (ANTARA News) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru menyatakan pertumbuhan titik api di daratan Provinsi Riau setiap harinya menunjukan peningkatan yang sangat pesat.

"Kalau sebelumnya (Sabtu 11/2) titik api atau `hotspot` di Riau itu ada sebanyak 17 titik, sejak Minggu (12/2) sudah mencapai 59 titik," kata Prakirawati BMKG Stasiun Meteorologi Pekanbaru, Warih Budi Lestari, di Pekanbaru, Senin.

Puluhan titik api tersebut tersebar hampir merata di seluruh wilayah kabupaten/kota se-Provinsi Riau meliputi Kabupaten Meranti, Indragiri Hilir, dan Kampar masing-masing terdapat satu titik api.

Kemudian untuk Kabupaten Pelalawan (empat), Siak (sembilan), Rokan Hilir (11), dan sebanyak 14 titik terdeteksi berada di Kota Dumai.

Sementara untuk bertumbuhan titik api terbanyak menurut hasil deteksi satelit "National Oceanic and Atmospheric Administration" (NOAA)-18 yang dioperasikan Singapura, berada di Kabupaten Bengkalis dengan jumlah `hotspot` yakni mencapai 18 titik.


(KR-FZR)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar