Asephi Pekalongan sulit cari tenaga pembatik tulis
Senin, 13 Februari 2012 08:29 WIB | 3452 Views
Batik Khas Kudus Seorang perajin menyelasikan proses pembuatan batik di Desa Karang Malang, Gebog, Kudus, Jateng, selasa (7/2). Berbagai motif batik khas kudus seperti motif Pakis haji, Parijoto, Kapal Kandas, Kaligrafi dan Beras Tumpah kini mulai didaftarkan untuk memiliki hak cipta ke Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, batik dijual dengan harga Rp 100 ribu hingga Rp 3 juta tergantung model dan kerumitan motif. (FOTO ANTARA/Andreas Fitri Atmoko) ()
Berita Terkait
Pekalongan (ANTARA News) - Asosiasi Eksportir dan Produsen Handycraft Pekalongan, Jawa Tengah, mengaku kesulitan mencari tenaga pembatik tulis halus karena sebagian masyarakat diduga lebih memilih bekerja di sektor lain.
Ketua Asephi Pekalongan, Romi Oktabirawa di Pekalongan, Minggu, mengatakan, minat masyarakat bekerja sebagai pembatik tulis halus kini cukup rendah sehingga kondisi ini dikhawatirkan mengancam kelestarian batik setempat.
"Dari hasil penelitian pada sejumlah daerah Kota/Kabupaten Pekalongan, sumber daya manusia perajin batik tulis halus kini makin langka sehingga produk batik turun," katanya.
Selain itu, katanya, langkanya tenaga perajin batik tulis halus itu juga dikhawatirkan bisa mengancam kelestarian kerajinan batik yang sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia tersebut punah.
Ia mengatakan, Asephi juga mengkhawatirkan produk tekstil bermotif batik asal negara lain yang kini membanjiri di sejumlah pasaran daerah.
"Jujur saja, jika kondisi ini dibiarkan maka akan mempersulit proses pelestarian kerajinan batik tulis halus karena masyarakat ada kecenderungan mulai meninggalkan produk lokal," katanya.
Ia mengatakan, untuk menghadapi persoalan yang sedang dihadapi pengusaha batik ini maka pemerintah diminta membantu mencari terobosan atau solusi untuk mengatasi kelangkaan sumber daya manusia tenaga pembatik tulis halus.
"Kami berharap pemerintah bisa mengadakan `workshop` tentang batik dan membuka balai latihan kerja untuk memberikan pelatihan khusus tentang membatik," katanya. (KTD/N001)
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com