Niger tak akan ekstradisi putera Gaddafi
Sabtu, 11 Februari 2012 23:00 WIB | 2742 Views
Al Saadi Gaddafi, putra ketiga mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi, memberikan keterangan saat konferensi pers di Sydney dalam foto arsip bertanggal 7 Februari 2005 ini. (REUTERS/Tim Wimborne)
... Saya akan kembali ke Libya kapan saja...
Berita Terkait
Niamey (ANTARA News) - Niger tidak akan mengekstradisi Saadi Gaddafi, kendati putera pemimpin Libia yang dibunuh itu, melanggar syarat-syarat suaka politik dengan memberikan komentar subversif dalam wawancara televisi, kata sejumlah pejabat Sabtu.
"Sikap kami sama -- kami akan menyerahkan Saadi Gaddafi ke satu pemerintah yang memiliki sistem keadilan imparsial dan independen," kata juru bicara pemerintah, Marou Amadou, kepada para wartawan di Niamey.
Saadi, yang mengungsi ke Niger setelah kejatuhan Tripoli mengakhiri pemerintahan ayahnya, Muamar Gaddafi, selama 42 tahun di Libya, mengatakan kepada televisi Al-Arabiya lewat telepon. Dia akan kembali ke negerinya dan mengatakan pemberontakan di seantero negeri itu berkecamuk melawan para pemimpin baru.
"Saya akan kembali ke Libya kapan saja," katanya. "Pemberontakan sedang terjadi hari demi hari dan akan terjadi pemberontakan di seluruh negeri," sebagaimana dikutip AFP.
Dikatakannya, rakyat Libya diperintah oleh "geng."
Dewan Transisi Nasional (NTC) yang memerintah Libya menanggapi dengan seruan baru kepada penguasa Niger untuk mengekstradisi Saadi Gaddafi, dengan menyatakan hubungan antara dua negara tetangga akan terganggu.
Amadou mengatakan komentar-komentar Saadi subversif dan tak menguntungkan dan semua bekas pembantu dekat Muamar Gaddafi yang mengungsi ke Niger harus menahan diri dari mengeluarkan komentar agitasi, semua sikap subversif."
"Kami ingin katakan kepada NTC bahwa pemerintah Niger tak menyetujui atau mendorong hal ini, dan kami juga sangat kecewa," kata Amadou.
"Dengan rasa menyesal saya katakan bahwa Saadi Gaddafi, yang memprediksi satu pergolakan di Libya, telah bertentangan dengan syarat-syarat yang kami tetapkan untuk memberinya mengungsi."
Tapi, "sikap kami sederhana, kami tak dapat mengirim seseorang ke satu tempat di mana dia berisiko dihukum mati dan di mana dia akan diadili tak bermartabat" katanya.
Menurut dia, pemantauan atas Saadi ditingkatkan secara serius dan pemerintah mempertimbangkan sanksi-sanksi terhadap mereka yang menjaganya.
Dia menambahkan Niger memberi wewenang kepada Mahkamah Kejahatan Internasional untuk mengambil alih kasus Saadi tapi belum ditanggapi.
Saadi, 38 tahun, mengungsi ke Niger pada Agustus lalu. Niamey telah menolak mengekstradisinya kendati berkali-kali diminta oleh penguasa baru Libya.
Mereka menudingnya "telah menguasai secara paksa barang-barang dan mengintimidasi ketika ia memimpin federasi sepak bola Libya, menurut Interpol, yang mengeluarkan "red notice" untuk penangkapannya.
Presiden Niger Mahamadou Issofou mengatakan pada 11 November negerinya memberi suaka politik ke Saadi atas dasar kemanusiaan. (M016)Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com