Mantan Presiden Mesir, Hosni Mubarak, berbaring di atas tandu saat meninggalkan ruang sidang usai persidangan terhadapnya di akademi polisi, Kairo, Mesir, Senin (2/1). Saat itu dia ditumbangkan gerakan reformasi di negaranya. (REUTERS/Stringer)

... Pemogokan hanya semakin memperburuk ekonomi Mesir. Masyarakat harus menolaknya...
Berita Terkait
Kairo (ANTARA News) - Satu tahun sudah rezim Mesir pimpinan Presiden Hosni Mubarak tumbang, dan diperingati pada Sabtu (11/2) dengan seruan pemogokan umum di seantero negeri. Namun seruan itu disambut dingin.

Pasar, toko, pompa bensin, angkutan umum, kereta api dan suasana di ibu kota Kairo tetap beraktivitas seperti biasa.

Pemogokan yang diserukan sebagian kelompok pro demokrasi seperti Gerakan 7 April, Pemuda Revolusi, dan Aliansi Revolusi Belum Berakhir, tersebut menuntut Dewan Tertinggi Militer (SCAF) segera menyerahkan kekuasaan kepada sipil.

Ketua SCAF, Marsekal Mohamed Hussein Tantawi, mengambil alih kekuasan sejak Mubarak mengundurkan diri pada 11 Februari 2011, 18 hari setelah pemberontakan rakyat.

SCAF dianggap mengulur-ulur waktu penyerahan kekuasaan, kendati telah berjanji untuk menyerahkan kekuasaan kepada presiden terpilih pada akhir Juni 2012.

Sejauh ini, pemilu presiden belum dijadwalkan, namun pembukaan pendaftaran calon presiden telah ditetapkan pada 10 Maret depan.

Tanggapan dingin seruan pemogokan itu disebabkan karena mayoritas kekuatan politik seperti Ikwanul Muslimin, Salafi dan Al Wafd menolak keras pemogokan tersebut.

"Pemogokan hanya semakin memperburuk ekonomi Mesir. Masyarakat harus menolaknya," kata Mursyid, Pemimpin Puncak Ikhwanul Muslimin, Mohamed Badie.



Masyarakat tolak

Koran berpengaruh Mesir, "Al Ahram", Sabtu, dalam laporan utama di halaman muka berjudul, "Masyarakat Tolak Pemogokan".

Surat kabar Ikhwanul Muslimin, "Al Hurriyah Wal Adalah" juga melaporkan bahwa para buruh dan petani menolak mogok umum. Begitu pula angkutan umum, rumah sakit, ambulans, kereta api, bandar udara dan pelabuhan laut akan bekerja seperti biasa.

Pro-kontra seruan mogok massal itu tampak mengemuka sehari sebelumnya, seusai shalat Jumat (10/2) di berbagai masjid yang biasa menjadi sasaran unjuk rasa di seantero Mesir.

Di masjid-masjid utama di ibu kota Kairo seperti Masjid Al Azhar, Masjid Al Fatah di Ramses, Masjid An Nur di Abbasea dan Masjid Rabiah Adawiyah di Madinat Nasr terjadi unjuk rasa damai dari kelompok pro dan kontra seruan mogok umum.

Pelopor pemogokan juga menuntut mantan Presiden Mubarak untuk segera dihukum mati karena dianggap merusak Mesir dengan korupsi dan penyelewengan kekuasaan sepanjang 30 tahun kekuasannya sejak 1981.

Mubarak dan kroninya termasuk dua putranya, Alaa dan Gamal, kini menjalani pengadilan atas dakwaan pembunuhan demontran dalam revolusi 25 Januari 2011 dan korupsi serta penyelewengan kekuasaan.

Jaksa telah menuntut Mubarak hukuman mati, namun banyak kalangan menyangsikan apakah hakim berani menjatuhkan vonis mati terhadap mantan orang nomor satu itu. (M043)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar