Narkoba, Adu Domba, dan Steve Jobs
Jumat, 10 Februari 2012 16:47 WIB | 4692 Views
Bela Sungkawa Pegawai mengeset gambar pendiri Apple Steve Jobs di konter Apple di Jakarta, Oktober 2011 (ANTARA/ Ujang Zaelani)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARANews) - Sebuah laporan rahasia mengenai mendiang bos Apple Steve
Jobs mengungkap perilakunya yang tak bersahabat dan memprovokasi kolega
serta rekan bisnis.
Seperti dikutip dari Mailonline, beberapa pekerja memberanikan diri untuk mengatakan kepada
agen penyelidik Federal Amerika Serikat ( FBI) bahwa pemimpin Apple itu "memutarbalikkan
kebenaran" dan "membuyarkan fakta demi mencapai tujuannya," laporan
tersebut menuliskan.
Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa
di masa lalu Jobs menghisap ganja dan lysergic acid diethylamide (LSD).
LSD adalah sejenis halusinogen yang dapat memberikan efek panik dan
ketakutan kepada yang mengkonsumsinya.
Berkas laporan tersebut
juga dilengkapi dengan kehidupan klinis pribadi, pria yang
diagung-agungkan sebagai visioner teknologi terbaik pada generasinya.
Saat
pemerintahan Presiden geoge H.W. Bush, FBI pada 1991 mulai
menyelidiki Jobs dan rekan-rekannya seiring Jobs, yang ketika itu CEO Next Inc., menjadi calon kuat Ketua
Dewan Export Kantor Kepresidenan AS.
Pada sebuah wawancara
di 1991, beberapa hari sebelum pernikahannya, Jobs mengakui bahwa dia
pernah mencoba hashish (sejenis mariyuana) dan LSD.
Jobs sendiri mengungkapkan bahwa LSD adalah" salah satu dari dua atau tiga hal penting yang pernah dilakukan pada masa lalu."
Berbagai
hasil wawancara teman-teman dan rekan kerja Jobs juga dibeberkan dalam
berkas tersebut. Meskipun nama mereka dirahasiakan oleh biro, hasil
wawancara itu mengungkapkan bagaimana Jobs mampu mengitimidasi dan
melakukan pemaksaan kehendak, sesuai apa yang dia inginkan.
Kolega
lain juga mengatakan bahwa Jobs tidak sepenuhnya terus terang dan
jujur. Dia juga bukanlah pribadi yang dapat diajak untuk bekerja sama.
Laporan
yang tecatat selesai pada 1991 itu, lebih terfokus pada sejarah
kehidupan pribadi Jobs, seperti laporan tentang anak pertama Jobs dari
kekasihnya, Chris Ann Brennan. Brennan harus membesarkan putri mereka
sendirian, karena Jobs menyangkal bahwa dia adalah ayah dari anak itu.
Dua
dari pesaing utamanya adalah Steve Wozniak, salah satu rekan Jobs saat
mendirikan Apple yang meninggalkan perusahaan tersebut pada 1987. Serta
Daniel Kottke, pegawai ke-12 Apple yang merupakan teman kuliah Jobs di
Reed College.
Wozniak memulai perusahaan itu bersama Jobs, namun
Wozniak mempertanyakan alasan etis dan perilaku Jobs terhadap putri
kandungnya.
Jobs meninggal pada Oktober, setelah
satu tahun penuh menderita kanker pankreas. Dia dikenal memiliki efek
yang besar pada perkembangan media, musik dan teknologi, atas
inovasi-inovasinya seperti Apple, iPod dan iPhone.
(M048)
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com