Berita Terkait
Semarang (ANTARA News) - Universitas Negeri Semarang akan menerapkan efisiensi penggunaan kertas secara bertahap sebagai upaya pelestarian lingkungan seiring dengan jargon "universitas konservasi".

"Kami selama ini telah mengurangi penggunaan kertas sesuai prinsip `paperless` dalam berbagai kegiatan, meski tidak bisa langsung dihilangkan," kata Pembantu Rektor I Unnes Agus Wahyudin di Semarang, Jumat.

Hal itu diungkapkannya usai upacara peringatan Dies Natalis Ke-47 Unnes, seraya mengungkapkan tema peringatan dies natalis kali ini adalah "Menguatkan Konservasi, Menyatukan Jati Diri".

Menurut dia, sesuai cita-cita "universitas konservasi", Unnes terus menggalakkan langkah konservasi, baik konservasi fisik terkait pelestarian lingkungan, maupun konservasi non-fisik, seperti moral, karakter, hingga kebudayaan.

Agus menjelaskan, langkah konservasi pelestarian lingkungan dengan meminimalkan penggunaan kertas sudah dilakukan meski belum benar-benar menghilangkan penggunaan kertas dengan mengoptimalkan teknologi informasi (IT).

"Kami sudah mulai efisiensi penggunaan kertas, sekarang ini sudah tidak ada lagi pencetakan kertas untuk jadwal, pengumuman, dan undangan untuk kegiatan-kegiatan bagi mahasiswa. Semuanya sudah melalui `online`," katanya.

Pengisian kartu rencana studi (KRS), pembayaran sumbangan pengembangan pendidikan (SPP), hingga pemberitahuan yudisium, kata dia, sudah tidak lagi menggunakan kertas, sebab sudah diatur sistem terpadu secara "online" dan pesan singkat (SMS).

Nantinya, kata dia, Unnes juga berencana mengurangi penggunaan kertas dalam pembuatan skripsi, bahkan dokumentasi skripsi tidak lagi berupa skripsi berbentuk fisik, melainkan sudah dimasukkan dalam sistem digital library (digilib).
(KR-ZLS/M028)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar