BI rate turun bukan karena perekonomian membaik
Jumat, 10 Februari 2012 03:35 WIB | 2733 Views
Aviliani (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menilai langkah Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin (bps) bukan disebabkan oleh membaiknya perekonomian Indonesia.
"Penurunan BI Rate dari enam persen menjadi 5,75 persen bukan karena perekonomian Indonesia yang membaik, tetapi akibat kondisi perekonomian global yang memburuk," kata Aviliani usai acara Seminar Nasional bertajuk "Tantangan Kondisi Politik, Ekonomi dan Hukum bagi pembangunan yang Inklusif dan Berkesinambungan" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (9/2).
"Situasi perekonomian global yang sedang memburuk itu kemudian berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Jadi, bukan karena basis ekonomi kita," kata Aviliani.
Aviliani menambahkan jika perekonomian global sudah mulai membaik, maka akan kembali berdampak negatif bagi Indonesia.
"Kalau ekonomi global sudah mulai membaik, maka rupiah akan kembali melemah, seperti pada waktu harga rupiah Rp10 ribu per USD," kata Aviliani.
Aviliani memperkirakan inflasi akan naik satu persen dalam enam bulan ke depan, sehingga BI rate juga akan kembali naik. (R027/B012)Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com