Lima pasangan calon kepala daerah provinsi Aceh akan bertarung pada Pilkada 9 April 2012. (ANTARA/Ampelsa)

Saya percaya Tamizi Karim akan bersikap netral dalam pilkada nanti"
Berita Terkait
Banda Aceh (ANTARA News) - Tarmizi A Karim adalah sosok tak asing lagi bagi masyarakat Aceh, tidak hanya birokrat tapi juga akrab di kalangan ulama dan santri di provinsi ini.

Tak heran, begitu Tarmizi A Karim ditunjuk pemerintah pusat untuk penjabat gubernur Aceh, semua kalangan di provinsi ini menilainya tepat.  Mereka yakin dia mampu menjadi "orang tua" yang menyatukan semua elemen masyarakat Aceh.

Suami Inayati itu ditunjuk sebagai penjabat Gubernur Aceh setelah berakhirnya masa jabatan gubernur Irwandi Yusuf pada 8 Februari 2012.

Kedekatannya dengan semua kalangan masyarakat dianggap jaminan untuk terselenggaranya pemilihan kepala daerah (pilkada) yang aman dan lancar di Serambi Mekah itu.

Pada pundak mantan bupati Aceh Utara periode 1998-2003 itu, masyarakat meletakkan harapan bagi terlaksananya pilkada damai, jujur dan tanpa kekerasan di Aceh.

Salah seorang calon gubernur Aceh pada Pilkada 9 Februari 2012, Muhammad Nazar, menaruh harapan pada Tarmizi.

"Saya percaya Tamizi Karim akan bersikap netral dalam pilkada nanti. Selain diharapkan penjabat gubernur mampu menjadi fasilitator terhadap berbagai pihak terutama para calon di pilkada," kata dia.

Mantan wakil gubernur Aceh itu juga meyakini Tarmizi mampu membangun komunikasi dengan berbagai kalangan dan elite politik di provinsi berpenduduk 4,6 juta jiwa ini.

Muhammad Nazar juga berpesan kepada penjabat gubernur Aceh untuk menormalkan kembali roda pemerintahan, tidak terganggu oleh pilkada.

"Tapi yang menjadi harapan utama masyarakat kepada penjabat gubernur adalah mampu menjaga netralitas dalam pilkada sebagai upaya menentukan masa depan Aceh untuk jangka panjang," kata Muhammad.

Harapan sama diutarakan Mendagri Gamawan Fauzi.

"Fasilitasi dan sukseskan penyelenggaraan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, serta 13 pemilihan bupati dan wakil bupati, dan 4 pemilihan wali kota dan wakil wali kota," kata Gamawan setelah melantik Tarmizi di Jakarta, 8 Februari 2012.

Dia juga berpesan pada Tarmizi untuk menjaga netralitas sebagai penjabat.  Tak hanya dirinya, tapi juga pegawai negeri sipil dan seluruh unsur pemerintah daerah.

Mendagri meminta Tarmizi untuk menjaga situasi politik yang kondusif dan terus menyosialisasikan budaya demokrasi.

"Terutama memupuk sikap toleransi diantara warga sehingga siapapun yang terpilih sebagai gubernur-wakil gubernur, bupati-wakil bupati, dan wali kota-wakil wali kota masa jabatan 2012-2017 tidak menimbulkan gejolak politik," kata Gamawan.

Penjabat Gubernur juga diminta membangun komunikasi dan koordinasi dengan DPR Aceh, unsur forum koordinasi daerah, bupati, wali kota, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan di Aceh.

Tarmizi memerintah Aceh sampai dilantiknya gubernur dan wakil gubernur Aceh 2012-2017 definitif hasil pemilu kepala daerah.

Seraya menyebut tugas Penjabat Gubernur adalah sementara dan menjamin pilkada yang demokratis, aman, lancar, dan tertib di Aceh, Gamawan menyebut Provinsi Aceh memiliki karakteristik dan kompleksitas persoalan yang unik.

Untuk itu, sangat dibutuhkan seseorang yang memiliki kapasitas, kredibilitas dan pemahaman yang cukup untuk memimpin Aceh sehingga masa transisi bisa dilalui dengan baik.

"Tarmizi A Karim dinilai memenuhi kriteria tersebut karena yang bersangkutan telah menunjukkan dedikasi dan loyalitas pada tugas yang diemban selama ini," kata Gamawan.

Menyejukan

Kalangan ulama menilai tepat penunjukan Tarmizi A Karim karena dia dianggap mampu menyejukkan dan menyatukan seluruh elemen masyarakat Aceh.

"Penunjukan Tarmizi A Karim sebagai penjabat Gubernur Aceh sudah tepat, karena kami meyakini sosoknya lebih mengerti persoalan Aceh," kata Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh Tgk Faisal Ali.

Faisal yakin Tarmizi akan netral selama pelaksanaan pilkada gubernur/wakil gubernur dan 17 pasangan bupati-wali kota dan wakilnya di Aceh pada 9 April 2012.

"Masyarakat sangat berharap hadirnya penjabat gubernur dari sosok yang netral sehingga pilkada di Aceh bisa berjalan damai, jujur dan sukses sebagai upaya menentukan masa depan daerah ini ke arah lebih baik," kata Faisal sembari menunjuk prestasi Tarmizi ketika menjadi Penjabat Gubernur Kalimantan Timur yang dinilainya sukses.

Dia berharap Tarmizi terus berbuat untuk memberikan yang terbaik.  "Tidak hanya untuk waktu yang singkat tapi jangka panjang guna mewujudkan masyarakat Aceh sejahtera," katanya.

Faisal menilai Aceh membutuhkan sosok pemimpin yang membawa kesejukan setelah puluhan tahun daerah ini dilanda konflik bersenjata.

Dia juga percaya Tarmizi yang ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu akan netral.

"Kami yakin dia akan netral dan bekerja sungguh-sungguh mempersiapkan agenda pilkada Aceh yang demokratis dan berkualitas," sambung juru bicara pusat Partai Aceh Fachrul Razi.

Partai Aceh menilai Tarmizi adalah birokrat yang berdedikasi dan independen.

"Dia adalah putra terbaik Aceh, yang memiliki profesionalisme dalam bekerja dan sudah pernah dibuktikannya pada saat menjadi penjabat gubernur Kalimantan Timur beberapa tahun lalu," ujarnya.

Partai Aceh tidak pernah meragukan independensi Tarmizi meski ia memiliki kedekatan dengan Partai Demokrat yang juga mengusung calon-calonnya di Pilkada Aceh ini.

"Insya Allah kami tidak khawatir dan meyakini bahwa Tarmizi Karim tidak akan melakukan hal-hal yang mencederai semangat dan kepercayaan rakyat Aceh yang diembannya saat ini," katanya.

Pilkada gubernur/wakil gubernur Aceh akan diikuti lima pasangan, yakni Tgk Ahmad Tajuddin/T Suryansyah, Darni M Daud/Ahmad Fauzi, Irwandi Yusuf/Muhyan Yunan.  Ketiga pasangan calon itu maju melalui jalur independen.

Selanjutnya, pasangan Muhammad Nazar/Nova Iriansyah yang diusung Partai Demokrat, PPP dan Partai SIRA, sementara Zaini Abdullah/Muzakir Manaf diusung oleh Partai Aceh dan didukung sejumlah parpol lokal dan nasional lainnya.

Menghadapi ini, Tarmizi telah menegaskan untuk tetap netral.

"Hal paling utama ditekankan Menteri Dalam Negeri, agar kita betul-betul bersikap sebagai penjabat yang netral dan juga diikuti semua pegawai negeri sipil yang lain," katanya setelah dilantik.

Dia berjanji akan bertugas dengan sebaik-baiknya sampai gubernur dan wagub Aceh periode 2012-2017 terpilih, dilantik.

Tarmizi akan melaksanakan pesan Mendagri. Tarmizi juga akan memastikan pilkada Aceh berlangsung sukses, damai, dan membawa angin sejuk yang selama ini menjadi dambaan penduduk Aceh.  Semoga Tarmizi berhasil. (*)

A042/Z002

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar